Mohon tunggu...
anugrah dwi widyanto
anugrah dwi widyanto Mohon Tunggu... Tulislah

Anak Manusia yang sedang belajar berbuat baik

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Banjir Jakarta

13 Januari 2020   15:06 Diperbarui: 13 Januari 2020   15:25 20 1 0 Mohon Tunggu...

Banjir, masih hangat ditelinga kita sampai hari ini. Awal tahun 2020 tepatnya, hampir seluruh daerah di Indonesia  mengalami cuaca ekstrim dari mulai hujan dengan intensitas tinggi yang pada akhirnya menimbulkan bencana berupa banjir.

DKI Jakarta, Ibu Kota yang malang tersebutpun tidak lepas dari bencana banjir, banyak rumah warga yang rusak, dan kendaraan yang terseret arus air yang meluap dari sungai-sungai sekitarnya, melumpuhkan kegiatan perkantoran dan bangku sekolahan sehingga terpaksa banyak yang diliburkan.

Menurut Dr. Ing. Agus Maryono yang merupakan Dosen UGM dan Peneliti Ekohidraulik, Sungai, Banjir dan Lingkungan menyatakan bahwa "banjir tersebut disebabkan oleh Hujan deras tanpa pembendung dan kondisi DAS yang gundul" sedangkan menurut  M. Pramono Hadi selaku Ahli Hidrologi dan Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada mengatakan bahwa "Sesungguhnya Jakarta adalah flood plain, dan Jakarta/Batavia dibangun meniru kota-kota di Belanda".

Yang dimaksud dengan Flood plain adalah dataran di sekitar sungai yang terbentuk karena proses pengendapan materialmaterial lumpur akibat tergenang oleh banjir. Flood plain disebut juga dataran banjir merupakan area tanah yang umumnya datar di sebelah sungai atau aliran air. Itu membentang dari tepi sungai ke tepi luar lembah (Sridianti, 2019). 

Tidak heran, apabila Jakarta setiap tahunnya mengalami bencana banjir apabila berkaca pada informasi-informasi tersebut diatas, ditambah dengan kondisi Jakarta yang kian tertutup oleh bangunan pencakar langit dan rumah-rumah warga yang berdiri sehingga lahan terbuka yang seharusnya menjadi serapan jarang ditemui.

Perhatian dan sikap baik dari Pemerintah ataupun Masyarakat sudah seharusnya lebih bijak, baik dari hal kecil seperti halnya membuang sampah pada tempatnya, pendidikan lingkungan untuk generasi baru, dan sampai pada kebijakan pembangunan yang seharusnya mengikuti regulasi yang ada.

VIDEO PILIHAN