Mohon tunggu...
Taswan Gunawan
Taswan Gunawan Mohon Tunggu... I'am a lecture

Saya seorang anak dari orangtua saya, anak ke-2 dari 3 bersaudara, saya ayah dari satu orang anak, suami dari satu istri...,serta hamba sahaya dari Sang Tuhan Yang Maha Esa. Phone/WA 089666948710

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Sinergitas Berbagai Pihak untuk membentuk Karakter Disiplin Anak

30 April 2021   06:36 Diperbarui: 30 April 2021   06:39 129 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sinergitas Berbagai Pihak untuk membentuk Karakter Disiplin Anak
Siswa putra kelas 5 SDN PAMULIAN 03 (Dokpri)

     LAPORAN AKSI NYATA KEGIATAN CGP MODUL 1.1 DI SDN PAMULIAN 03
Sumber : modul 1 Pemikiran KHD
Penulis : Taswan Anton Gunawan,S.Pd
LAPORAN AKSI NYATA

SINERGITAS BERBAGAI PIHAK UNTUK MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN ANAK

A.  Latar belakang tentang situasi yang dihadapi oleh Calon Guru Penggerak

Sebuah pendidikan sejatinya haruslah bisa menjadikan peserta didik memiliki pengalaman dalam pengembangan potensinya untuk menjadi insan yang siap dalam menghadapi segala tantangan di esok hari. Kira-kira begitulah muara dari konsep pemikiran pendidikan KHD menurut saya. Dalam suasana pendidikan zaman sekarang semakin komplek tantangan yang dihadapi oleh para pendidik, belum lagi adanya pandemi yang meluluhlantakan berbagai sistem dalam segi kehidupan. Tak terkecuali dunia pendidikan yang harus melakukan perubahan sistem pengajarannya yakni dengan PJJ pembelajaran jarak jauh, tentunya hal ini sangat asing bagi para peserta didik khususnya SD yang saya ampuh. Namun jika kita berbicara suasana tantangan pendidikan dari sudut pandang adanya degradasi karakter peserta didik dengan banyak faktor yang menjadi penyebabnya.

Degradasi karakter ini menjadi sebuah PR bersama baik pihak sekolah maupun pihak keluarga peserta didik tersebut, sepertinya contoh kecil siswa berkata tidak pantas di ucapkan oleh seorang anak sekolah. Saya kemudian mencoba untuk mengidentifikasi latar belakang penyebab perubahan hal tersebut. Hal yang saya simpulkan hasil pemetaan dari lingkungan keluarganya ialah kurangnya kontrol dari para orangtua yang bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani, yang berangkat pagi sebelum anak bangun tidur dan datang ketika sudah petang, dimana anak sudah pulang bermain bahkan ada yang belum pulang. Hal ini lah yang di sinyalir menjadi salah penyebab menurunnya kualitas akhlak (karaker), karena orang tua tidak mengetahui anaknya bermain dimana saja, dengan siapa saja dan bermain apa, bagaimana dengan bahasanya?

B.   Deskripsi Aksi Nyata dan alasan mengapa melakukan aksi tersebut.

Berdasarkan dari latar belakang permasalahan diatas maka saya mencoba untuk merancang sebuah pembelajaran yang berfokus pada pembentukan karakter anak dengan fokus pada pencapaian karakter disiplin, bertaqwa, rajin dan terbiasa berbuat baik(suka menolong atau berbagi). Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menyatakan bahwa anak tumbuh dan berkembang menurut kodrat alam dan zamannya dimana dibentuk berdasarkan lingkungan dimana anak itu berada dan guru hanyalah dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kodrat tersebut maka saya membuat aksi nyata dengan deskripsi sebagai berikut:
Merancang pembelajaran yang mengacu pada pembentukan karakter disiplin waktu dengan korelasi menumbuh kembangkan keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk kegiatan aksi ini saya merancang sebuah kegiatan pembelajaran dimana anak-anak di haruskan bangun pagi  dengan batas waktu maksimal jam 5 pagi harus sudah bangun dan melaksanakan shalat subuh. Di samping hal tersebut saya juga menyelipkan sebuah tujuan agar ketika orang tua mereka akan berangkat bekerja mereka seudah bangun dan bisa menyaksikan aktifitas bagaimana orang tuanya mencari nafkah, dari menyaksikan kegiatan ini setiap pagi mudah-mudahan anak akan lebih semangat lagi dalam belajar.
Kegiatan pagi ini akan selalu saya kontrol dari laporan dan aktifnya Wa pada pagi tersebut serta motivasi dan evaluasi saat di kelas.

Merancang kegiatan belajar mengajar berdasarkan nilai-nilai ketuhanan yang maha esa.
Selain strategi yang disebutkan diatas saya juga mencoba menanamkan nilai-nilai ketuhanan atau akhlakul karimah pada siswa, yakni dengan cara membuat kontrak belajar dan tata cara berinteraksi di kelas. Kesepakatan-kesepakatan tersebut antar lain :masuk kelas tepat waktu, menghafal surat-surat pendek al quran, berdoa sebelum mulai pembelajaran, tidak boleh teriak ketika berbicara, tidak boleh tertawa terlalu keras, menggunakan panggilan yang baik, anak perempuan ke anak laki-laki memanggil Aa atau mas, ank laki-laki ke perempuan memanggil teteh atau mba. Ketika kaget,menguap atau respon lainnya biasakan menyebut asma Allah.

Membuat ketrampilan atau karya tangan dari bahan yang ada di sekitar lingkungan siswa baik dirumah atau disekolah.
Hal ini saya praktekan dengan cara anak-anak bebas bereksprei membuat prakarya dengan tema Islami, seperti yang di buat oleh anak-anak di antaranya, kaligrafi pakai batang bambu, kaligrafi pakai, menulis dan menghafal satu hadist nabi.
Membuat suatu jurnal kendali untuk anak-anak dan orang tuanya.
Pada strategi ini saya mencoba membuat kaya kartu untuk di isi jika siswa sudah melakukan semua yang telah disepakati bersama. (Mengadopsi dari buku ramadhan)
Membuat kartu laporan telah berbuat baik, pada orang lain.
Pada kegiatan ini saya mengintruksikan dan memotivasi anak agar setiap harinya melakukan kebaikan seperti membantu ibu menyapu, membuang sampah rumah di pagi hari, menolong teman yang kesusahan, memberi jajan kepada teman yang tidak membawa uang, dll. Setelah melakukan salah satu kebaikan, peserta didik wajib mencatatnya dan keesokan harinya di laporkan ke gurunya.
Membuat catatan 10 teman bermain setiap harinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x