Mohon tunggu...
Anton 99
Anton 99 Mohon Tunggu... Freelancer, teacher and social researcher

Menulis dan berkarya untuk bangsa

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Refleksi Hari Guru 2020

30 November 2020   23:54 Diperbarui: 1 Desember 2020   00:16 46 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Refleksi Hari Guru 2020
Ilustrasi Gambar: https://health.detik.com

Pahlawan tanpa tanda jasa! inilah gelar yang disandang bagi seorang guru yang telah berkorban untuk anak didiknya sehingga mereka mampu membaca, menulis, berhitung dan memiliki berbagai kemampuan lainnya.

Alangkah baiknya jika Hari Guru 2020 dirayakan dengan baik oleh setiap orang, karena tanpa adanya seorang guru, maka siapapun manusianya tidak akan pernah menjadi orang pintar, orang pandai ataupun orang yang cakap dalam perihal apapun, karena dengan apa yang diajarkan oleh gurunya seseorang menjadi bisa, pandai, ahli, hebat dan beragam kemampuan lainnya yang mengantarkan pada kesuksesan maupun keberhasilan.

Akan tetapi, kadang kala jasa maupun pengorbanannya tidak diakui secara layak, banyak orang yang menganggap keberhasilan yang ia capai merupakan kerja kerasnya sendiri seolah jasa seorang guru yang telah mendidiknya ketika ia dahulu belajar di TK, SD, SMP, SMU, dan bangku kuliah, mereka lupakan guru-gurunya itu dan dianggap seolah tidak pernah ada jasa.

Tidak sedikit orang yang telah sukses hidupnya menjadi pengusaha, pejabat, dan lain sebagainya tak ingat lagi akan jasa-jasa seorang guru yang telah bersusah payah mendidiknya, mereka menganggap bahwa keberhasilan yang telah diraihnya itu murni hasil kerja keras dirinya sendiri.

Hari Guru 2020, akan lebih menarik lagi jika dirayakan dengan menemui semua guru yang telah mengajarinya dengan memberikan penghormatan, penghargaan atau hadiah. Tapi jangankan mau menemui guru-guru yang telah mendidiknya untuk berbagi kebahagiaan, jika kebetulan bertemu pun tidak sedikit orang yang telah kehilangan akhlak serta moralitasnya, banyak yang justru menunjukan keangkuhannya, kesombongannya dan arogansinya dihadapan seorang guru yang telah mendidiknya dahulu.

Dahulu diajarkan agar berlaku jujur, ketika sudah sukses justru malah korupsi, waktu belajar mereka dididik menghormati guru tetapi setelah sukses justru merendahkan sosok guru, dulu diajarkan untuk menyayangi orang lain setelah sukses justru menindas orang lain dan masih banyak lagi kasus yang terjadi jika seseorang telah sukses dan berhasil hidupnya bukanlah berterimakasih dan menghormatinya, tapi malah sebaliknya.

Banyak guru yang bersedih karena anak didiknya yang dahulu diajarkan kebaikan justru malah menjadi terpidana korupsi, menjadi penindas rakyatnya dengan kebijakan maupun kewenangannya, seorang jenderal pun yang dahulu di didik ngaji waktu kecil belajar agama oleh gurunya, sekarang justru telah berani melawan dan menyalahkan gurunya.

Fenomena seperti ini secara umum menunjukan bahwa ada ketidak beresan terhadap guru, entah karena apa?, padahal sosok guru semestinya untuk di hormati dan dihargai baik oleh pejabat, pengusaha maupun beragam profesi apapun karena tanpa adanya guru siapapun tidak akan pernah menjadi orang sukses dan berhasil di dunia ini.

Keberhasilan di raih berkat adanya jasa seorang guru, meskipun kebanyakan orang tidak pernah menyadarinya karena melupakannya, kesibukan dan ambisi telah membutakan begitu banyak mata dan hati, tidak sedikit guru yang kehidupannya masih susah, ada yang seumur hidup mengabdi tidak pernah merasakan pengakuan negara sebagai PNS, berjuta guru yang berstatus honor  atau sukarelawan sulit mendapat pengakuan dari negara maupun pengangkatan ASN, akhirnya ia pasrah dan hanya menunggu usia yang terus menua sambil berharap menunggu panggilan negara yang tak kunjung datang.

Maka sangatlah membanggakan, jika bangsa dan negara ini memperhatikan, menghormati, menghargai dan menjamin profesi guru ini terutama dalam hal kesejahteraannya, tanggal 25 November pada setiap tahunnya seyogianya menjadi moment pengakuan bangsa dan negara terhadap semua para guru yang ada untuk dimuliakannya.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x