Lingkungan

Tanah Masam dan Pengolahan

15 Maret 2019   12:32 Diperbarui: 15 Maret 2019   12:44 27 5 2

Tanah merupakan tempat hidup sebuah ekosistem, dan sebagian besar tanah merupakan padatan yang memiliki pori-pori. Untuk menyerap air dan udara semakin kecil suatu pori tanah maka akan semakin sulit untuk menyerapa air dan udarapun akan semakin sulit untuk keluar masuk.
Kemasaman tanah di mana pH yang di mulai dari angka 0 samapai dengan angka 14, nilai pH  tanah dapat dilihat dengan kerja konsentrasi ion hidrogen H+ dalam tanah semakin tinggi ion hidrogen yang ada dalam tanah maka tanah akan menjadi semakin masam tidak hanya itu ion OH  terdapat dalam tanah jumlahnya berbanding terbalik dengan ion H+. pH 7 netral, sedangkan kurang dari pH 7 dikatakan asam, dan lebih dari atau diatas pH 7 dikatakan basah.

Pada pH tanah juga bisa berpengaruh pada kimia tanah, fisika tanah, dan biologi tanah, ketersedian unsur hara nitral pada pH 7, pada pH rendah juga akan mempengaruhi  suatu aktivitas mikroba yang ada dalam tanah. pH tanah juga dapat diukur dengan menentukan kandungan H+  dalam tanah, ada dua macam pH tanah yaitu aktual yang merupakan keasaman tanah yang bisa diukur berdasarkan konsentrasi H+ seperti alat pH meter dan kertas lakmus. Potensial dapat di ektrak oleh KCL, menunjukan kation asam seperti alumunium dan hidrogen.

Parubahan pH tanah, pengolahan dan penggunaan suatu lahan pertanian seperti pemupukan dan dikomposisi oleh bahan organik dari tanah, pengangkutan kation oleh tanah. Populasi hujan asam yang terjadi akibat dari reaksi kimia uap air dan gas CO2 yang membuat air hujan menjadi masam itu juga bisa mempengaruhi tingkat keasaman tanah yang terjadi secara alami ataupun kimiawi.

Dalam tanah pH memiliki peranan yang sangat penting untuk menentukan aktivitas dan dominasi mikroorganisme dalam tanah yang berhubungan dengan siklus hara nitrifikasi, dinitrifikasi, penyakit pada tanaman yang mengganggu dalam budidaya tanaman dari sejak tanam sampai dengan pase pemanen. Tanah juga memiliki kendungan nilai pH 7-8 masih nitral, sedangkan nilai dari 9 dan seterusnya ion NH4+ bisa lebih cepat berubah menjadi gas NH3 ini bisa hilang melalui tanah.

Gas NH3 bisa juga menghambat aktivitas bakteri dalam tanah terutama bakteri pengoksidasi seperti NO3 sedangkan nilai tidak mencapai pH 7 juga bakteri nitrifikasi tapi hanya untukb sebagian tanah saja. Tanah pada pH rendah  bisa dikatakan masak apabila  melepas ion hidrogeng H+ semakin tinggi hidrogen maka tanah semakin masam begitupun sebalinya,  ion H+ bisa bersaing dengan ion NH4+  karena kedua ion ini sama-sam memiliki muatan positif, ion yang paling banyak peluang untuk di serap dinitrifikasi NO3-. Faktor-faktor yang biasa mempengaruhi pH tanah dekomposisi bahan organik, bahan induk, pengendapan, vegitasi alam, pertumbuhan tanaman, kedalaman tanaman, penggenangan, dan pupuk nitrogen.

pH tanah masam bisa mempengaruhi pertumbuahan tanaman tapi tidak semua tanaman, karena tiap tanaman mempunya sifat yang berbida dalam penyerapan unsur hara tanah. kalau tanah masam bisa dilakukan pengapuran untuk mengoptimalkan keadaan tanah agar bisa meningkatkan produksi tanaman dan pertumbuhan dan juga bisa menambahkan rasidu tanaman kembali ke tanah atau abu pembakaran sebagai sumber  K, Ca, Mg, Co.

Meningkatkan pH tanah bisa juga penambahan jenis bahan organik seperti kompos yang bisa merombak kandungan tanah masam dalam tanah, yang bisa menghasikan kation basa yang bisa meningkatkan pH. Bahan organik pada tanah masam seperti entiso, ultisol, andisol bisa meningkatkan pH yang bisa menurunkan Al ditukar tanah, bahan organik berasal dari sisa-sisa makanan, tumbuhaan dan hewan yang diberikan pada tanah yang kandunganya C organik dan unsur hara tanah.