Mohon tunggu...
Cerpen

Kisah Singkat tentang Kehidupan

7 Maret 2019   16:22 Diperbarui: 7 Maret 2019   16:34 0 3 0 Mohon Tunggu...

Nama saya Anti Lestari, bisa dipanggil anti saya lahir pada tanggal 06 agustus 1998 di Kalbar. Pada masa saya kelas 3 SMP saya pernah pacaran dengan seorang pria dia anak SMP bisa di bilang SMP tetangga kami, kami berpacaran hampir dua tahun sampai saya SMK kelas 11 setelah pertengahan semester hungan kami kandas dikarenakan dia berselingkuh bahkan sampai pada jejang pernikahan saya mengetahui hal itu setelah dia satu minggu telah melangsungkan pernikahan.  

Di situ saya mulai berpikir mungkin ini akhir kisah cinta kami berdua, sungguh kenyataan yang saya terima membuat dada saya sesak sesaat saya tidak menyangka hubungan kami berahir secepat itu. Disisi lain aku bersykur hari itu saya sudah mendengar pengakuan dari dia sendiri kalau dia sudah menemukan wanita yang lebih baik dari saya dan dia juga udah mau jujur kalau selama ini dia tidak pernah setia.

Memang ini sakit buat saya tapi dari sini saya mulai sadar ketika sebuah hubungan tampa restu orang tua. Itu tidak akan bertahan lama bahkan hanya akan menimbulkan kekecewaan dari kejadian itu saya tidak pernah lagi berkomunikasi padanya bahkan hanya untuk menanyakan kabar pun sudah tidak pernah. Apa lagi bertemu saya sudah menganggap kalau dia tak pernah ada dalam kehidupan saya walaupun hanya sebatas masalalu saya tidak ingin mengingat dia lagi.

Saya berusaha untuk mengubur masalalu itu dalam-dalam agar tidak membangkitkan luka lama dihati saya. Berbulan-bulan saya berusaha untuk menutupi kepahitan itu dalam hati saya hanya ada rasa kebencian pada pria karena saya menggap kalau semua pria itu sama saja hanya datang untuk pergi lagi. Sampai-sampai saya pernah bertengkar hebat dengan seorang teman pria di kelas karena saya tidak mau didekati mereka sampai mengatakan saya orang yang egois.

Pada suatu saat saya mengalami kecelakan main bola pada pertandingan antar kelas di semester akhir tangan saya patah. Di situ hati saya makin tambah hancur kenapa masalah yang saya hadapi seperti tak pernah berhenti. Tapi melalui kecelakaan itu mata saya seakan dibukakan oleh Tuhan.

Ketika saya tak bisa apa-apa teman-teman sekelas saya baik cewe maupun cowo yang selalu membantu saya bahkan seorang pria yang pernah bertengkar hebat dengan saya pun mau membantu saya. Perlahan-lahan kebencian itu mulai pudar disitu saya mulai dekat lagi dengan teman pria dan tidak lagi berpikir kalau pria itu jahat. Bahkan ketika ujian praktik teman-teman pria saya yang membantu pekerjaan saya karena mereka tidak tega kalau harus melihat saya bekerja hanya menggunakan satu tangan. Itulah alasan sekarang mengapa saya sudah tidak lagi membenci teman-teman pria saya.

Demikian kisah singkat hidup yang dapat saya bagikan, saya ucapkan terimakasih.