Mohon tunggu...
Anthony Tjio
Anthony Tjio Mohon Tunggu... Administrasi - Retired physician

Penggemar dan penegak ketepatan sejarah.

Selanjutnya

Tutup

Foodie Artikel Utama

Bacang dalam Bungkusan Legendanya

18 Juni 2018   15:16 Diperbarui: 18 Juni 2018   18:44 3313
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bacang dan arem-arem. (AH Tjio)

Cerita hidupnya baru dikenal dalam catatan sejarah yang ditulis sekitar seratus tahun setelah kematiannya, sedangkan legenda Qu Yuan yang dibumbuhi makan bacang itu baru muncul dari karya pujangga zaman Song, seribu tahun setelah peristiwa bunuh diri tadi.

Pacuan perahu memang sudah kebiasaan orang disana sebelum kematian Qu Yuan, tetapi timbulnya pacuan perahu naga yang disebut Peh-cun itu baru mungcul pada abad 18 di Zejiang dan Hokkian, yang kemudian ditahun 1930an menjadi popular di Kanton sekitar Guangzhou.

Demikianlah makan bacang dan lomba kapal naga sebagai perayaan Duan-wu, secara umum sudah dihubungkan dengan legenda Qu Yuan yang dipahlawankan, karena dia bunuh diri dipertengahan keramaian perayaan Hari Setan di Sungai Mi-luo, salah satu cabang Yangtze River di Hubei.

Apa itu perayaan Hari Setan yang kebetulan disaksikan Qu Yuan sesaat dia bunuh diri? Bisa dijelaskan sebagai berikut.

Sejak purba bangsa Tionghoa terbagi oleh Sungai Yangtze, di utaranya adalah Tiongkok Semula, diselatannya adalah kebangsaan Yue atau Viet Tiongkok Selatan, mereka juga yang menyebar luas sebagai penduduk semula Nusantara. Chu tergolong kebangsaan Tiongkok Selatan yang mempunyai kebudayaan Samanism atau kedukunan yang kental itu, mereka juga pengamat bintang dan bulan.

Bangsa Chu mengenal sehari yang tepat di pertengahan tahun itu luar biasa panasnya dan sangat panjang siang harinya. Untuk melunakkan Naga Air yang sering mengamuk, pengakibat musibah kebanjiran, bencana lebah dan penyakit menular yang mematikan di musim panas, maka pada hari tanggal 5 bulan 5 Imlik itu rakyat setempat menyuap Naga dengan makanan "cang" yang ditaburkan dari atas perahu kedalam kali.

Makanan cang tersebut ada yang menafsir hanya berupa beras mentah dalam bumbung yang ditaburkan ke permukaan kali. Hari tersebut dinamakan Hari Setan, sekarang diperindah dengan sebutan "Duan-wu" yang artinya tepat dipertengahan siang.

"Cang" itu sebetulnya arem-arem, nasi dan lauk dalam bungkusan daun yang berbentuk tabung, di dalamnya diberi cabe, orang Chu doyan makan pedas. Sedangkan perahunya biasa saja, tidak berhias naga maupun berpacuan. Perayaan ini sudah berlangsung mungkin ratusan tahun sebelum Qu Yuan bunuh diri dimuka mereka.

Akibat bunuh diri itu terus dia dipahlawankan sebagai penyair pecinta negara, yang melalui puisinya dia menyayangi negerinya yang sudah menghadapi kehancuran. Padahal apakah memang begitu alasannya dia bunuh diri? Itu sudah menjadi pertanyaan orang beratusan tahun. Dia sebetulnya sudah ada gejala mau bunuh diri, berkali-kali mencoba terjun masuk kedalam sumur dirumahnya. 

Biasanya diwaktu itu, seseorang diam-diam bunuh diri dengan gantung diri atau masuk kedalam sumur, dia memilih terjun ke kali dimuka umum, itu semata-mata gejala penderita depresi yang berat, yang biasa memilih bunuh diri di tengah keramaian hari raya.

Pada saat dia masuk ke kali, belum tentu ada orang yang memperhatikan siapa itu dia yang terjun ke kali, tetapi ada banyak perahu yang keburu-buru menuju kesana, tetapi seketika itu tidak berhasil menulungnya, sehingga tidak mungkin juga yang seperti dilegendakan bahwa rakyat setempat juga beramai-ramai mengusir naga air, membuang cang ke kali supaya tidak memakan jazatnya. Namun dikemudian hari, hal itu sudah dijadikan keramaian Peh-cun, lomba dayung kapal naga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun