Anna Damayanti
Anna Damayanti

I am nobody, just like you ... ;)

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Tangan Itu Hangat Sekali, Sabuga

8 Desember 2017   08:33 Diperbarui: 8 Desember 2017   09:13 107 0 0
Tangan Itu Hangat Sekali, Sabuga
Dokumen Pribadi

Malam itu dingin sekali, dinginnya hujan turun membekukan seluruh tanah di kota itu. Seorang gadis berjalan dari satu rumah ke rumah lain, diketuknya pintu rumah hendak berteduh untuk menghangatkan tubuhnya. Tak satupun pintu dibuka untuknya. Hingga tiba di sebuah gedung luas terbuka, diapun masuk di pelatarannya dan duduk.

Dingin sekali disini hampir membeku seluruh ruas jarinya. Digosok-gosokkannya tangannya dan ditiupnya dengan udara dari mulutnya. Ramai sekali orang di sekitarnya, ada apa ini.

Gadis ini mulai berjalan menuju ke pintu dan masuk, api dari surga, spanduk merah terpampang di depan dan diapun mencari tempat duduknya. Masih rasa dingin yang dirasakan di hatinya, hampir membeku dan mati.

Hingga musik dimainkan, sebuah lagu ditampilkan, denting-denting yang didengarnya seakan melumerkan hati yang hampir membeku seperti malam yang bersalju.
Sedikit kehangatan dirasakannya, satu demi satu lagu dinyanyikan lalu pengkotbah menyampaikan firman-Nya. api yang menyala dalam air, api yang turun dari surga membakar korban yang basah oleh air, doa Elia.

Hati yang beku itu menghangat, menyisakan air yang melumer dari es yang ada dihatinya yang sempat membeku tadi. Berharap keajaiban, dan dia menyaksikannya, ada api yang membakar air sisa es yang mencair dari hatinya. Menghangatkan seluruh tubuh dan jiwanya.

Cintanya hidup lagi, cinta kepada Tuhan dan sesamanya. Cinta kepada anugerah dan Sang Pemberinya. Cinta yang hangat telah menghangatkan cintanya. Cinta yang mau berkorban demi sesama, telah mengembalikan seluruh jiwa raganya.

Malam itu jabat tangan hangat mengakhiri semua kenangan indah malam Natal. Semoga Natal tahun ini membekas di hati kita semua, aku dan kamu.
Tangan itu hangat sekali.

Sabuga, 7 Desember 2017 - Api dari Surga, Pdt.Dr.Stephen Tong |STEMI