Mohon tunggu...
Annisa Maimunah
Annisa Maimunah Mohon Tunggu... Psikolog - Psikolog Klinis

Psikolog Klinis RS Nasional Diponegoro Undip Semarang; Psikolog Klinis Mitra Halodoc

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Apakah Benar Waktu Dapat Menyembuhkan Luka?

27 Januari 2021   14:21 Diperbarui: 28 Januari 2021   22:34 3103
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi waktu mencintai. (sumber: pixabay.com/geralt)

Mungkin saat ini diri kita sedang marah akan kejadian tertentu. Rasakan saja kemarahan tersebut. Rasakan semua sensasi yang terjadi di tubuh, emosi, dan pikiran yang sedang terjadi dalam diri kita. 

Pahami apa yang sedang dialami oleh tubuh kita. Pahami apa yang terjadi, mengapa diri kita marah, apa yang diinginkan diri dari kemarahan tersebut. Pahami dan terima saja. 

Hingga pada suatu saat, diri secara kreatif dapat menemukan apa yang sebaiknya dilakukan. Self healing dapat sangat berbeda prosesnya pada setiap orang. Bebasakan diri dan pikiran kita berproses dengan caranya sendiri, jangan memaksakan diri untuk segera mencapai kesembuhan. Itulah sebabnya proses self healing disebut sebagai proses creative self understanding.  

APAKAH SELF HEALING BERARTI MENYEMBUHKAN DIRI TANPA BANTUAN ORANG LAIN?

Meskipun namanya self healing, bukan berarti prosesnya merupakan proses yang murni dapat dilakukan sendiri tanpa campur tangan orang lain. Proses diri menyembuhkan diri dari luka batin dan trauma psikologisnya memang merupakan proses yang terjadi di dalam diri, dilakukan sendiri oleh diri sendiri. 

Namun demikian, untuk mencapai proses penyembuhan diri tersebut, bantuan orang lain di sekitar dapat sangat mendukung. Carol,dkk (dalam Richards, dkk; 2010) menyebutkan bahwa proses self healing sebenarnya terdiri dari 4 proses, yaitu:

1. Intra personal work

Proses diri itu sendiri melakukan penyembuhan luka batin dan trauma psikologis. Jika diri mampu menuju keadaan mengerti dan menerima diri sendiri, tanpa menilai, melabel, dan menyalahkan diri sendiri, maka proses self healing akan mudah terjadi.

2. Inter personal support

Diri akan mudah mencapai kondisi yang menerima diri apabila lingkungan sekitar adalah lingkungan yang mendukung. Apabila orang-orang terdekat di sekitar adalah orang-orang yang terbiasa menerima dan mengerti kondisi kita apa adanya, maka kita pun akan lebih mudah untuk menerima dan mengerti kondisi diri kita. 

Sebaliknya, apabila orang-orang di sekitar kita terbiasa untuk menilai dan menyalahkan usaha-usaha kita, maka kita pun akan lebih mudah terpengaruh untuk ikut menilai, melabel, dan menyalahkan usaha-usaha kita. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun