Mohon tunggu...
Annisa HaagiSoraya
Annisa HaagiSoraya Mohon Tunggu... Freelancer - Icha

Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

KKN BTV 3 UNEJ: Inovasi dan Digitalisasi sebagai Solusi Bangkitnya UMKM di Masa Pandemi Covid-19

17 September 2021   19:33 Diperbarui: 18 September 2021   06:35 47 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Pada masa pandemi covid-19 saat ini, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) didorong untuk bangkit dengan berbagai macam inovasi dan teknologi. Seiring dengan perubahan perilaku masyarakat, UMKM juga perlu untuk mengembsngkan platform digital yang telah banyak tersedia. 

Untuk Kembali bangkit dalam kondisi ini diperlukan strategi dengan menciptakan kegiatan dan mendorong masyarakat beralih ke platform digital (online) untuk memperluas kemitraan. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi yang dapat menunjang perbaikan mutu, daya saing produk, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran.  

Cara ini diharapkan dapat membuka peluang bagi industri untuk kreatif dalam memaksimalkan sumberdaya teknologi dan juga membantu para UMKM menghadapi inovasi teknologi. Selama masa pandemi berlangsung, langkah inovasi digitalisasi menjadi kewajiban para pelaku UMKM karena jika masih melakukan transaksi secara offline akan terhambat. 

Permasalahan yang sering terjadi yaitu banyaknyaknya UMKM di daerah yang kerap kurang mengerti mengenai digitalisasi. Seperti kegiatan KKN Back To Village Universitas Jember (https://unej.ac.id/) yang telah penulis lakukan pada salah satu pemilik UMKM di Desa Bakungan, Banyuwangi. Penulis membantu pemilik usaha untuk memecahkan masalah antara lain yaitu menurunnya omset penjualan pada masa pandemi covid-19. 

Kali ini penulis tertarik untuk meneliti salah satu usaha UMKM yaitu Usaha kue bolen yang berlokasi di Jl. Barong, Gang Banyu Lanang, Desa Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Setelah melakukan identifikasi lebih dalam, usaha kue bolen memiliki masalah yaitu minimnya promosi dan variasi rasa produk sehingga membuat konsumen merasa bosan dengan produk tersebut. 

Pemilik usaha hanya mengandalkan order dari warga local tanpa memanfaatkan kondisi teknologi yang kian berkembang. Setelah berdiskusi dengan pemilik usaha, akhirnya ditemukan strategi untuk meningkatkan penjualan produk yaitu dengan menambah varian rasa dan menambah promosi penjualan melalui digital marketing.  

Pada promosi penjualan, maka diciptakan Brand produk dengan nama BalmOs yang memiliki arti Balm Osing. Selain logo produk, penulis dan pemilik usaha membuat packaging produk agar menarik. 

Kemudian focus selanjutnya yaitu pada varian rasa, yang awalnya hanya pisang coklat kini bertambah menjadi rasa coklat, keju, dan coklat keju. 

Setelah melakukan percobaan pembuatan varian rasa, akhirnya dapat direalisasikan sesuai dengan yang diinginkan. Produk telah siap untuk dipasarkan, Langkah selanjutnya dengan membuat akun sosial media (Instagram dan Facebook) sebagai tempat pemasaran dengan nama @foodsey.id. Dalam promosi melalui media sosial tentu membutuhkan konten promosi semenarik mungkin, sehingga penulis melakukan foto produk agar dapat menarik perhatian konsumen. 

Dari banyaknya inovasi yang telah diciptakan dapat menambah peningkatan pesanan oleh konsumen. Dari media sosial konsumen dapat mengenal produk BalmOs dengan varian rasa yang bertambah.

Testimoni dari konsumen mengatakan bahwa penambahan varian rasa merupakan opsi yang tepat agar tidak bosan dengan rasa yang sebelumnya (pisang coklat). Dengan adanya program kerja ini diharapkan dapat terus membantu dalam penjualan produk BalmOs dan tentu harus tetap konsisten dalam melaksanakannya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bisnis Selengkapnya
Lihat Bisnis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan