Mohon tunggu...
Annisa BrilianOrnadi
Annisa BrilianOrnadi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Masih mencoba

Tulungagung

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

PMM UMM di Kabupaten Tuban, Bantu Tingkatkan Imunitas Masyarakat Dengan Vaksinasi Covid-19

2 Agustus 2021   17:10 Diperbarui: 2 Agustus 2021   17:40 180 2 0 Mohon Tunggu...

Wabah COVID-19 semakin merajalela di seluruh dunia. Pemerintah menghimbau warga untuk selalu mematuhi protokol kesehatan 6M. Salah satu protokol kesehatan dari 6M adalah melakukan vaksinasi. WHO telah memberikan lampu hijau untuk melakukan vaksinasi guna memutus rantai penyebaran penyakit. 

Pemberian vaksin di Indonesia masih mencapai angka sekitar 22% dari seluruh masyarakat. Berbagai sektor memiliki peran aktif untuk menyukseskan program vaksinasi di Indonesia guna mempercepat pemutusan rantai penyebaran COVID-19.  

Mahasiswa UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) dalam program PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) bersama dengan Anggota DPRD Tuban dan Puskesmas Plumpang menyelenggarakan vaksinasi di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.

Program PMM ini merupakan kegiatan pengganti KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang berada dibawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). Tim PMM Kelompok 55 Gelombang 55 yang mengikuti kegiatan ini beranggotakan 4 orang yang berasal dari Fakultas Kedokteran UMM yakni Ikhlasul Amalia Aldila, Annisa Brilian Ornadi, Nurani Hakiki, dan Anggieta Asdi Estiningtyas. Kegiatan ini dibimbing dan diawasi oleh Ibu Gina Harventy, SE., Ak., M.Si., CA selaku dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Program vaksinasi dilaksanakan di Desa Kembangbilo dan Desa Kunir pada hari Minggu tanggal 1 Agustus 2021. Sasaran vaksinasi meliputi seluruh cakupan usia. Warga terlihat antusias dalam kegiatan ini. Tri Astuti, selaku anggota DPRD Tuban, memberikan sambutan kepada warga yang telah tertib berdatangan ke posko vaksinasi. 

Terdapat puluhan warga yang berdatangan ke posko vaksinasi dan mendaftarkan diri sebagai calon penerima vaksin. Sebelum dilakukan vaksinasi, perlu adanya skrining dari pihak Puskesmas Plumpang. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kejadian ikutan yang timbul akibat vaksinasi. 

Terdapat beberapa warga yang tidak diperbolehkan mendapatkan vaksin dikarenakan memiliki kontraindikasi seperti tekanan darah yang terlalu tinggi, penyakit autoimun, sedang hamil, dan sebagainya. Warga yang tidak lolos skrining akibat tekanan darah yang terlalu tinggi akan diberikan obat oleh pihak puskesmas dan diarahkan untuk mendaftarkan diri pada jadwal vaksinasi yang akan dating. 

Sedangkan untuk warga yang lolos tahap skrining langsung diarahkan untuk menuju bilik vaksinasi. Warga yang telah memperoleh vaksin perlu dilakukan evaluasi selama 15 menit untuk melihat adanya kejadian ikutan.

Vaksinasi penting dilaksanakan guna mempercepat pemutusan rantai penyebaran COVID-19. “Vaksinasi tidak semata-mata dilakukan untuk syarat bepergian atau hanya sekedar mendapat kartu vaksin saja, namun juga untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap virus corona” ujar Tri Astuti, Anggota DPRD Kabupaten Tuban.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x