Mohon tunggu...
Nanda Salsabila
Nanda Salsabila Mohon Tunggu... Administrasi - blok pribadi

hollo welcome to berita terkini

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pengenalan Pendekatan Loosepart dalam Pembelajaran Tematik

3 Agustus 2021   11:08 Diperbarui: 3 Agustus 2021   11:15 18 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pengenalan Pendekatan Loosepart dalam Pembelajaran Tematik
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Sejak kasus pertama terkonfirmasi di Indonesia pada Maret 2020, masyarakat terdampak pandemi COVID-19. Banyak hal yang tidak bisa diprediksi, bisa terjadi di pandemi ini. Sudah lebih dari satu tahun Indonesia mengalami adanya pandemi COVID-19. Banyak pula penyekatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi menyebaran COVID-19 di Indonesia. Seperti halnya yang dikutip dari artikel CNN Indonesia bahwa sejak 3 hingga 20 Juli 2021 PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat untuk wilayah Jawa sampai dengan Bali.  Banyak kegiatan yang memang diharuskan hanya dirumah saja, dan dibatasi daerah yang akan di kunjungi oleh masyarakat yang akan melakukan pekerjaanya diluar rumah.

Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat mendukung kegiatan belajar dirumah ini adalah adalah STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Math). Pendekatan pembelajaran ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran abad 21, dimana anak diharapkan memiliki kemampuan berpikir analitis, kreatif, komunikatif dan mampu berkolaborasi dengan orang lain. Dalam pendekatan ini, anak didorong untuk mengembangkan rasa ingin tahu dan mengajukan pertanyaan, sehingga anak bisa membangun pengetahuan di sekitar dunianya, dengan mengeksplorasi, mengamati, menemukan dan menyelidiki bagaimana sesuatu itu bekerja. Bagian dari pendeketan pembelajaran STEM ini disebut dengan metode Loose Parts.

Loose parts merupakan barang-barang yang terbuka, yang mudah ditemukan di lingkungan sehari-hari. Alam kita penuh dengan loose parts, seperti ranting, biji pinus, kerang, batu, daun, bunga dan benda-benda alam lainnya. Orangtua dan guru dapat mengumpulkan loose parts dari manapun, tanpa mengeluarkan biaya. Loose parts merupakan sebuah benda potongan yang bebas dimainkan dan tidak dapat diprediksi akan menjadi apa (Kiewra, C., & Vaselack, E., 2016).

Salah satu sekolah yang dipilih untuk mengenalkan pendekatan pembelajaran Loose Parts berlokasikan di Kab. Bandung, KB Permata Bunda. Salah satu guru disekolah tersebut diajukan pertanyaan, sudah mengetahui mengenai pendekatan loose parts atau tidak, dan jawaban salah satu guru tersebut "Seperti apa neng Loose Parts itu, boleh dikasih tau contoh nya?". Di dalam sini peneliti menanyakan perihal metode Loose Parts, apakah guru tersebut mengetahuinya atau tidak. Dengan tujuan untuk memperkenalkan metode pendekatan Loose Parts kepada guru yang berada di Kelompok Bermain Permata Bunda melalui video interaktif yang diberikan oleh peserta KKN Tematik.

Seperti yang dijelaskan dalam teori menurut Daryanto (2013 : 86) menjelaskan, video merupakan suatu medium yang sangat efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran, baik untuk pembelajaran massal, individual, maupun secara berkelompok. Serta kelebihan dari penggunaan media video interaktif agar lebih praktis dan juga efektif untuk dapat diakses oleh guru maupun para peserta didik nantinya.

Setelah mengetahui bahwasanya guru yang berada di Kelompok Bermain Permata Bunda belum mengetahui mengenai metode pendekatan pembelajaran Loose Parts, peserta KKN Tematik mengajukan untuk memperkenalkan pembelajaran tersebut dalam bentuk video yang sedang dalam proses pembuatan. Berikut adalah tanpak depan video interaktif yang dibuat oleh peserta KKN Tematik.

  • Pembatasan wilayah karena adanya pandemi COVID-19 ini bukan penghambat bagi para pengajar maupun calon pengajar dalam berfikir kreatif untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang lebih menyenangkan untuk para peserta didik, agar mereka tidak merasakan kejenuhan dan bosan saat pembelajaran berlangsung. Dengan pendekatan pembelajaran menggunakan metode Loose Parts, guru tidak hanya membantu dalam perkembangan anak usia dini saja, namun mengembangkan kreativitas anak dan lebih mencintai lingkungan sekitarnya pun dibentuk.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x