Mohon tunggu...
Anne Grace
Anne Grace Mohon Tunggu... Freelancer - Human being

Learn and Grow

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sejarah Singkat Lahirnya Hari Perempuan Internasional dan Perjuangan yang Masih Berlanjut

8 Maret 2021   17:56 Diperbarui: 8 Maret 2021   23:11 226 43 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sejarah Singkat Lahirnya Hari Perempuan Internasional dan Perjuangan yang Masih Berlanjut
internationalwomensday.com

International Women’s day (IWD) atau yang biasa kita sebut Hari Perempuan Internasional merupakan hari yang sangat spesial untuk seluruh perempuan yang ada di dunia. Apabila kita melihat kembali ke belakang, dimana pada awal tahun 1990-an ketika dunia sedang bergejolak akan industrialisasi, diiringi pula dengan meningkatnya populasi penduduk beserta lahirnya ideologi-ideologi radikal. Salah satunya adalah perubahan status perempuan di ruang publik dan ruang privat.

Berbeda dengan perayaan masa kini, pada awalnya, IWD adalah hari protes massa dan aksi kolektif yang diorganisir oleh dan untuk perempuan. Berbagai penindasan dan ketimpangan yang dialami para perempuan memicu mereka untuk berani mendorong perubahan dengan aktif dan vokal dalam kampanye.

Pada tahun 1908, sekitar 15.000 wanita berunjuk rasa di New York City, Amerika Serikat, menuntut jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik, dan hak mengikuti pemilu.

Berlanjut pada tahun 1910, diadakan konferensi Buruh wanita Internasional di Kopenhagen, Denmark. Seorang tokoh perempuan yang bernama Clara Zetkin mengusulkan gagasan hari Perempuan Internasional.

Clara mengusulkan, bahwa setiap tahun, setiap negara di dunia harus merayakan hari perempuan internasional sebagai media untuk menyuarakan tuntutan mereka. 

Konferensi tersebut  dihadiri oleh lebih dari 100 perempuan dari 17 negara, mewakili serikat pekerja, dan partai sosialis itu kemudian menyambut usul Clara dan dengan demikian Hari Perempuan Internasional disetujui. Setelah adanya keputusan yang disepakati di Kopenhagen, Denmark pada tahun 1910, maka Hari Perempuan Internasional dirayakan untuk pertama kalinya di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss, pada 19 Maret 1911.

Lebih dari satu juta perempuan dan laki-laki menghadiri demonstrasi perdana IWD yang mengampanyekan hak perempuan untuk bekerja, mengikuti pemilu, mendapat pelatihan, memegang jabatan publik dan mengakhiri diskriminasi.

Namun sayangnya, pada 25 Maret 1911, terjadi  “Triangle Fire” yang tragis di New York City hingga merenggut nyawa lebih dari 140 wanita pekerja. Kebanyakan dari mereka adalah perempuan keturunan Italia dan pendatang Yahudi. Peristiwa berdarah tersebut  mendapat banyak perhatian terkait  kondisi kerja dan undang-undang ketenagakerjaan di Amerika Serikat, yang kemudian menjadi fokus peringatan Hari Perempuan Internasional pada tahun berikutnya.

Di malam sebelum perang dunia I pada tahun 1913, para perempuan rusia merayakan Hari Perempuan Internasional dengan mengampanyekan perdamaian di hari Minggu terakhir bulan Februari, hingga memunculkan  usul untuk mengganti perayaan di bulan Maret yang setelahnya diberlakukan secara Global. 

Pada 1918-1999, Hari Perempuan Internasional telah dirayakan dalam lintas Negara, baik yang ada di Negara maju maupun di Negara miskin, dan tumbuh semakin kuat setiap tahunnya. Selama beberapa tahun PBB pun telah menggelar konferensi akan upaya-upaya internasional untuk memperbaiki hak-hak perempuan dan partisipasi pada sisi social, politik, maupun ekonomi.

Kemudian pada tahun 1978,  PBB akhirnya menetapkan tanggal 8 Maret setiap tahunnya sebagai hari Perempuan Internasional dengan mengadakan berbagai acara dalam skala besar untuk menghormati peran dan prestasi perempuan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN