Mohon tunggu...
Anndini DwiPutri
Anndini DwiPutri Mohon Tunggu... Jurnalis - Mahasiswa

I love my self

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Demo Penolakan Kebijakan Wajib Masker di Inggris

2 Agustus 2020   00:33 Diperbarui: 2 Agustus 2020   00:34 75
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pemerintahan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Alfiyyah Aulia Afiyanty / 183112351650342 / dikarenakan akun belum tervalidasi

Sudah sejak tahun 2019 dunia dilanda wabah virus bernama COVID-19. Awal mula virus ini berasal dar kota Wuhan, China. Dilansir dari detik.com, sampai saat ini sudah lebih dari 150 negara terserang wabah COVID-19 ini, dan salah satunya adalah Inggris, Pemerintah Inggris dan juga pemerintah seluruh dunia sudah melakukan berbagai upaya pencegahan terhadap virus ini. Salah satu upayanya adalah dengan membuat kebijakan menggunakan masker saat akan keluar rumah.

Tapi ternyata kebijakan wajib menggunakan masker mendapat penolakkan dari sebagian warganya.

Dilansir dari vice.com, bahwa pada hari Minggu (19/7) lalu, ratusan warga London memadati Taman Hyde untuk menolak kebijakan pemerintah yang mewajibkan penggunaan masker saat mengunjungi toko dan supermarket mulai tanggal 24 Juli.

Mereka mengatakan bahwa kebijakan tersebut melanggar kebebasan sipil. Bagi warga yang melanggar peraturan tersebut akan dikenakan denda sebesar 100 pound sterling atau setara dengan Rp 1,8 Juta. Dan aksi protes ini diinisiasi oleh "gerakan" Keep Britain Free yang dibentuk Simon Dolan.

Saya pribadi berfikir bahwa pemerintah Inggris sudah mengeluarkan kebijakan yang bagus, karena WHO sendiri sudah meminta para pejabat negara untuk lebih menggalakkan masalah penggunaan masker.

Aksi demo ini menurut saya adalah suatu hal yang tidak diperlukan, karena upaya tersebut memang sangat diperlukan. Seharusnya negara kita juga bisa membuat kebijakan wajib masker seperti di Inggris.

Di Indonesia sendiri masih banyak yang belum taat menggunakan masker saat keluar rumah, dan saya rasa dendapun dibutuhkan agar semua warga mematuhi kebijakan tersebut seperti yang dilakukan oleh negara Inggris. 

Dan menurut saya, dengan melakukan aksi demo terhadap kebijakan wajib menggunakan yang seperti yang diminta oleh WHO berarti secara tidak langsungpun sudah menentang WHO.

Seluruh negarapun sudah mengeluarkan kebijakan untuk wajib menggunakan masker saat akan hendak keluar rumah. Dan aksi demo penolakkan yang dilakukan di Inggris sangat tidak masuk akan menurut saya. Dari yang saya lihat bahwa tidak ada negara lain yang melakukan hal serupa yang dilakukan oleh warga Inggris.

Aksi demo ini juga berujung sia-sia karena pada akhirnya pemerintah Inggris tetap menolak tuntutan yang diajukan, dan kebijakan wajib masker tetap dilaksanakan. Saya berharap warga Inggris menjalani kebijakan ini dengan baik karena kebijakan itu tidak mungkin dibuat tanpa pertimbangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun