Mohon tunggu...
Bisnis

Mengangkat Prinsip Zero-Waste dan Sustainability dalam Mengembangkan Perusahaan Tepung Tapioka

27 Desember 2018   20:17 Diperbarui: 27 Desember 2018   20:58 348 0 0 Mohon Tunggu...

Latar Belakang  

                Pada tahun 2017, diberitakan bahwa impor tepung tapioka diproyeksikan mencapai 600.000 ton hingga 1 juta ton. Ketua Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) Suharyo Husen mengatakan bahwa setiap tahunnya, kebutuhan akan tepung tapioka mencapai 8,5 juta ton. Hal tersebut terjadi karena kurangnya suplai akan tepung tapioka dari dalam negeri. 

Dikarenakan kebijakan impor tepung tapioka yang terus menerus dipraktikkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag), akibatnya petani singkong Indonesia mengalami kerugian yang cukup besar, karena tidak lakunya hasil panen mereka.

                Berkaca pada tingginya permintaan terhadap tepung tapioka dan masalah yang dihadapi oleh para petani singkong lokal Indonesia kini, maka diperlukannya perusahaan tepung tapioka baru yang hadir dengan kualitas tinggi yang setara dengan tepung tapioka impor dan juga mampu membantu para petani singkong lokal dengan memanfaatkan hasil panen mereka hasilkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

Berbeda dari perusahaan tepung tapioka pada umumnya, usaha kami akan menggunakan Singkong Gajah sebagai bahan utama tepung tapioka kami. Singkong Gajah merupakan varietas unggul singkong yang berasal dari Kalimantan Timur. 

Singkong jenis ini, memiliki keunggulan dimana berat umbi bisa mencapai 42 kg / cabutan stek dan memiliki kandungan sianida yang lebih rendah dibandingkan varietas singkong lainnya. Dengan ini, dapat dihasilkannya tepung tapioka yang lebih banyak dan berkualitas setiap produksinya. Banyaknya petani Singkong Gajah yang tidak memiliki pasar dalam menjual hasil panennya menjadi peluang untuk memulai usaha tepung tapioka berbahan dasar Singkong Gajah yang kami beri nama PT Annapurna Mula.

Terinspirasi dari bahasa Sansekerta, Annapr memiliki makna the giver of food and nourishment yaitu pemberi makanan dan Mula memiliki makna having roots and fruits for food yaitu memiliki akar dan buah sebagai makanan. Jika digabungkan, maka silsilah nama perusahaan ini adalah perusahaan yang memberi makanan berbasis akar yaitu singkong.

Produk yang ditawarkan oleh PT Annapurna Mula adalah tepung tapioka bernama "Mula" dengan kualitas tinggi dan bersaing. Tepung tapioka yang dihasilkan oleh PT Annapurna Mula adalah tepung tapioka yang dapat digunakan untuk konsumsi makanan dan minuman, yang mana umumnya tepung tapioka konsumsi digunakan sebagai bahan perekat makanan. 

Untuk membedakan perusahaan dari perusahaan pesaing dan mampu masuk ke pasar tepung tapioka, maka PT Annapurna Mula akan mencoba untuk membangun brand yang berbeda dari perusahaan pesaingyakni melalui brand story yang akan menjadi dasar bagi PT Annapurna Mula dalam mengkomunikasikan pesan kepada masyarakat.

Dengan tagline yang bertajuk "Support Local Farmers, One Root At a Time", PT Annapurna Mula berusaha mengangkat suatu isu yang akan menjadi selling point perusahaan. Isu yang akan diangkat adalah isu mengenai petani singkong Indonesia. Banyak petani singkong di Indonesia yang gulung tikar akibat masih dibukanya kebijakan impor tepung tapioka oleh pemerintah. Keinginan untuk meningkatkan taraf hidup para petani singkong Indonesia dilakukan dengan cara bekerja sama dan menjalin hubungan kemitraan dengan para petani tersebut. 

Selain itu, sembari menjadi perusahaan yang membawa solusi terhadap kesejahteraan petani singkong Indonesia, PT Annapurna Mula juga memposisikan diri sebagai perusahaan yang berpegang pada prinsip zero-waste dan sustainability, dimana selain fokus dalam membangun kesejahteraan petani singkong lokal Indonesia, PT Annapurna Mula fokus terhadap kondisi alam sekitar dengan  meminimalisir limbah dari material yang digunakan dalam proses produksi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN