Anna Melody
Anna Melody

Melihat dari sudut pandang berbeda...

Selanjutnya

Tutup

Kotak Suara Pilihan

Program Rumah DP 0 Anies Meniru Sejuta Rumah Jokowi?

15 April 2017   21:08 Diperbarui: 15 April 2017   21:35 833 3 2

Heran sekali melihat hebohnya orang membahas program rumah dp 0% Anies-Sand selama inii, bukan saja heboh mengkritisi tidak mungkin dp 0% lah, 0 rupiahlah, tidak ada rumah seharga 350 juta di Jakarta-lah dst, hingga lovers yang terbuai mimpi dan mengangguk-angguk kepala saja mengharapkan rumah murah tanpa tahu detilnya, apalagi cicilannya

Lebih parahnya lagi, tanpa tahu siapa dan bagaimana bayar cicilannya, mudah-mudahan saja nanti diluncurkan program cicilan rumah Oke-oce dimana yang bayar cicilannya paslon 3, hahaha...

Dan lucunya, ada yang sangat penting dan terlupakan, apa itu? Ternyata program yang sama sebenarnya sudah digagas dan diluncurkan oleh Presiden Jokowi!

Pernah dengar Program Sejuta Rumah Jokowi?

Nah itu sekarang sedang berjalan, meski harus diakui masih banyak keterbatasan, tapi sudah diluncurkan dan direalisasikan sejak 2015. Jadi jangan seperti lagu Yahudi kemarin ya, ntar dibalik bilang Jokowi yang jiplak program Anies-Sandi, hahaha...

Ini seperti biasa aja kok, niru ditambah plus, hehehe...

Kelihatannya ditambah plus, tetapi ternyata Program Sejuta Rumah Jokowi jauh lebih sempurna, ingin tahu lebih lanjut bedanya?

1. Uang muka Program Sejuta Rumah Jokowi lebih terjangkau, yaitu mulai dari 1%.

Katakanlah rumah 350uta, maka rakyat miskin hanya perlu membayar dp 3,5juta saja, bukan seperti program paslon 3 yang judulnya saja dp 0 rupiah, tapi harus menabung dulu jutaan selama 6-12 bulan, dan cicilannya segede gajah, karena dp 0 rupiah. (sumber)

2. Harga rumah Program Sejuta Rumah Jokowi lebih masuk akal, bahkan bisa ditekan hingga 100-200juta bila rusun (tergantung lokasi juga). Kenapa bisa ditekan sedemikian ekonomis? Karena perumahan/rusun adalah produk baru yang dibangun massal dan disubsidi pemerintah!

Mudahnya, ini rumah grosiran.

Bukan “rumah eceran” seperti program paslon-3 dimana kita disuruh cari rumah/rusun murah sendiri di Jakarta, lalu dibantu kreditnya. Rumah dan rusun 350juta di Jakarta memang masih ada, tapi jumlahnya tidak mungkin ribuah bila tanpa ada pembangunan baru secara massal yang disubsidi pemerintah.

3. Cicilan Program Sejuta Rumah Jokowi lebih manusiawi, kenapa? Karena dengan harga rumah massal yang disubsidi, maka cicilan mulai dari Rp 600ribu per bulan = biaya standar kontrakan di Jakarta = semua kalangan mampu membayar cicilan tersebut = benar-benar program untuk rakyat miskin.

While program paslon 3, katakanlah rumah 350juta, tanpa uang muka, bunga disubsidi jadi 5% dan dicicil hingga 30 tahun (maksimal), tanpa biaya notaris, pajak, dll, maka tetap saja minimal cicilan sekitar 1,8 juta selama 30tahun!

Bahkan di link dibawah ini, mereka mengakui cicilannya sekitar 2,3 juta/bulan. Rakyat miskin mana yang mampu mencicil 2,3 juta/bulan? (sumber)

Artinya ada 2 :

1. Program ini untuk kelas menengah

2. Rakyat miskin “dipaksa” beli, lalu setelah 1-2 tahun akhirnya tidak kuat nyicil, rumah malah disita bank, duit cicilan yang sudah dibayar selama ini lenyap !!!

Sudah miskin, masih jatuh tertimpa tangga itu namanya!

Kesimpulannya? Program ngawur tanpa mikir yang nyicil siapa dan yang jelas bukan rakyat miskin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2