Mohon tunggu...
Veeramalla Anjaiah
Veeramalla Anjaiah Mohon Tunggu... Administrasi - Wartawan senior

Wartawan senior

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

Banyak Dalang Serangan Teror Mumbai 26/11 Masih Berkeliaran Bebas di Pakistan

26 November 2021   07:44 Diperbarui: 29 November 2021   07:13 6195
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Warga India membakar foto terdakwa dalang aksi teror Mumbai Zaki-ur-Rehman Lakhvi yang dibebaskan pengadilan Pakistan pada Kamis (18/12/2014).(Chandan Khanna / AFP via KOMPAS.com)

Hari ini 26 November 2021. Tepat 13 tahun yang lalu pada hari ini, sekelompok teroris Lashkar-e-Taiba (LeT) yang berbasis di Pakistan, memasuki kota Mumbai secara ilegal dan membunuh 166 orang India serta orang asing di berbagai lokasi.

Kelompok teror tersebut, yang menerima dukungan reguler dari Angkatan Darat Pakistan dan agen mata-mata Inter-Services Intelligence (ISI), merupakan organisasi teroris yang didanai dengan baik di Asia. Mereka menghabiskan AS$5 juta per tahunnya untuk melatih teroris dan meluncurkan serangan teror.

Menurut pengakuan oleh salah satu teroris, tim teroris beranggotakan 10 orang ini dilatih oleh perwira, baik aktif maupun pensiunan, dari Angkatan Darat Pakistan dan ISI dalam menangani senjata, granat tangan serta alat peledak improvisasi (IED) di Pakistan.

Mereka telah dicuci otak oleh para pemimpin LeT seperti Hafiz Saeed, Zaki-Ur-Rahman Lakhvi, Sajid Mir, Abu Hamza dan Kaahfa untuk menjadi penyerang bunuh diri. Teroris dijanjikan bantuan keuangan (hanya Rp 30-40 juta) kepada keluarga mereka setelah kematian mereka.

Dok. pribadi
Dok. pribadi

Pada tanggal 22 November 2008 mereka berangkat dari Karachi, Pakistan, dengan menggunakan kapal kargo Al Husseini milik LeT dan membajak kapal penangkap ikan India MV Kuber untuk berlayar ke Mumbai. Mereka membunuh lima anggota awak Kuber dengan tanpa ampun.

Setiap teroris diberikan kit yang berisi senjata otomatis, amunisi, pistol 9mm, granat tangan, IED, buah-buahan kering dan telepon satelit. Misi mereka adalah untuk membunuh sebanyak mungkin orang dan mati di akhir misi mereka. Itu adalah serangan terkoordinasi berdasarkan presisi. Pelatih mereka memberikan instruksi langsung melalui telepon tentang siapa yang harus dibunuh dari Karachi. 

Apa yang terjadi pada 26/11?

Tim teror tiba di Mumbai pada tanggal 26 November 2008 pukul 20:30 tanpa terdeteksi. Mereka pergi ke lima lokasi berbeda dengan taksi untuk melancarkan serangan mereka.

Situasi di stasiun kereta api CST di Mumbai usai terjadinya serangan teroris. | Sumber: BCCL/via timesnownews.com
Situasi di stasiun kereta api CST di Mumbai usai terjadinya serangan teroris. | Sumber: BCCL/via timesnownews.com

Serangan pertama terjadi di Terminal Stasiun Chhatrapathi Shivaji (CTS Stasiun Kereta Api). Stasiun ini merupakan tempat paling ramai di kota karena menangani 3.5 juta penumpang setiap harinya.

Dua teroris -- Ismail Khan (pemimpin regu bunuh diri) dan Mohammed Ajmal Amir Kasab -- memulai serangan mereka pada pukul 21:20 dengan senjata otomatis dan granat tangan dan menewaskan 58 orang dalam waktu 90 menit.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun