Mohon tunggu...
Veeramalla Anjaiah
Veeramalla Anjaiah Mohon Tunggu... Administrasi - Wartawan senior

Wartawan senior

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

Pakar Keamanan AS: Rezim Taliban di Afghanistan Menimbulkan Bahaya Besar bagi Pakistan dan Dunia

14 September 2021   18:11 Diperbarui: 16 September 2021   06:17 1340
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pakistan mungkin senang atas kemenangan Taliban baru-baru ini di Afghanistan tetapi tidak menyadari bahaya nyata terorisme yang dapat ditimbulkan kepada Afghanistan, Pakistan dan dunia.

Taliban, sebuah kelompok teror terkenal, diciptakan oleh Pakistan pada tahun 1994 untuk melayani kepentingan strategisnya di Afghanistan. Islamabad, khususnya agen mata-mata Inter-Services Intelligence (ISI) telah membantu Taliban secara finansial dan militer sejak tahun 1994 hingga hari ini.

Taliban memiliki hubungan dekat dengan al-Qaeda dan beberapa organisasi teror dari Pakistan.

Dengan bantuan Pakistan, Taliban memerintah Afghanistan dari tahun 1996 hingga 2001 dan mengubah negara itu menjadi pusat terorisme internasional.

Selama 20 tahun terakhir, Pakistan telah memainkan permainan ganda dengan AS. Di satu sisi bergabung dengan Perang Melawan Teror Washington dan di sisi lain membantu Taliban dengan menyediakan tempat berlindung yang aman di Pakistan, uang, senjata dan rekrutmen reguler.

Kemenangan Taliban dapat menginspirasi radikal dan teroris di banyak negara, termasuk Pakistan dan bahkan Indonesia, untuk mengikuti jejak teman-teman mereka di Afghanistan.

Pakistan berada dalam bahaya besar, kata mantan penasihat keamanan nasional AS John R. Bolton di bawah pemerintahan Donald Trump.

"Pengambilalihan Taliban di negara sebelah langsung menimbulkan resiko yang lebih tinggi bahwa ekstremis Pakistan akan meningkatkan pengaruh mereka yang sudah cukup besar di Islamabad, mengancam di beberapa titik untuk merebut kendali penuh," tulis Bolton dalam artikel opini di Washington Post pada tanggal 23 Agustus lalu.

Kita tidak boleh lupa bahwa Pakistan bukan hanya negara miskin yang telah mensponsori terorisme secara tak resmi. Negara Asia Selatan ini memiliki lebih dari 150 bom nuklir.

Dengan Taliban mengambil kendali di Afghanistan, Bolton berpendapat bahwa resiko di Pakistan dari "rezim radikal" berkuasa sangat nyata dan begitu juga persediaan senjata nuklir yang mendarat di tangan yang salah. 

"Senjata seperti itu di tangan seorang ekstremis Pakistan akan secara dramatis membahayakan India, meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Prospek Pakistan menyelipkan hulu ledak ke teroris untuk meledak di mana saja di dunia akan membuat 9/11 baru yang jauh lebih mematikan," tambahnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun