Mitha az zahra
Mitha az zahra pelajar/mahasiswa

niatkan di setiap langkah, hanya untuk kebaikan

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Ramadhan Mengundang Cinta

17 Mei 2018   11:49 Diperbarui: 17 Mei 2018   12:41 201 1 0

Setiap tempat punya ciri khas tersendiri, yang bisa membuat kita rindu akan kampung halaman. Di stiap moment meninggalkan kisah, dan di setiap kisah ada yang tak terlupa.

Ramadhan adalah salah satu moment terbaik untuk beribadah dan bersilaturahim. Benar ya, ada energi positif di dalamnya. Seakan dunia dan seisinya memahamkan kita 'ini bulan ramadhan lho'.

Di sudut rumah banyak yang terdengar tilawah di malam hari, di siang hari, pun di setiap waktu mendekati waktu sholat. Satu ungkapan untuk bulan ramadhan 'sangat menyenangkan dan menenangkan'.

Di setiap mendekati adzan maghrib, anak2 berlomba2 untuk datang ke masjid. Mereka memperebutkan microphone untuk adzan, dan juga mau berkeliling membawa bedug keliling desa.

Semuanya tau? Ini hanya terjadi di nuansa ramadhan bukan?

Setelah itu, mereka berbuka bersama di masjid desa dengan sangat ceria -barakallahufik.

Lagi dan lagi, ini adalah sebuah kekeluargaan yang hanya di bulan ramadhan dapat di rasakan. Banyak yang mau menyediakan takjil ke masjid, untuk di nikmati bersama. 'Maka nikmat Tuhan mana lagi yang hendak kita dustakan?' Berlapis-lapis keberkahan di bulan suci ramadhan.

Bulan ramadhan adalah bulan penuh cinta, bulan di mana semua hati belajar untuk saling memaafkan dan belajar untuk membuka diri dalam beribadah.

Setelah berbuka bersama, di lanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah. Sangat di syukuri, ketika shaf2 nya juga terpenuhi oleh anak2 remaja.

Hal yang paling menjadi tradisi yang di tunggu2 oleh anak2 remaja di desa kami adalah, ketika selesai sholat maghrib berjamaah, anak laki2 mereka bergilir untuk belajar mengumandangkan adzan. Ini setiap malamnya maksimal 10 anak laki2, itu artinya mereka harus membuat list nama dengan ketua masjid. Selain itu, ada kegiatan tilawah bergilir juga yang bisa di ikuti anak laki2 dan perempuan.

Dan bagi saya pribadi, hal yang paling di tunggu2 di bulan ramadhan adalah, ada kultum bergilir oleh para remaja atau pun orang tua. Dan ini, bergilir setiap malamnya.

Menyenangkan, karena ada sebuah pembelajaran yang tengah kita jalani di bulan ramadhan. Mungkin, bagi orang lain hal ini biasa. Tapi bagi kami, ini suatu hal yang tetap harus dijaga.

Tak ada yang bisa menjaga, selain kita sendiri. Jika ramadhan hanya datang 1 kali dalam setahun, kenapa kita tak myambutnya dengan cinta, dengan hati bahagia, dan dengan rasa syukur kepadaNya.

Banyak hal yang harus kita semua syukuri ketika bisa kembali di pertemukan dengan bulan suci ramadhan. Bukan kah banyak orang yang tengah menanti2kan nya, tapi ternyata taqdir berkata lain. Bisa ada yang sakit, dan bahkan ada yang di panggil Allah untuk segera kembali. Ada yang di panggil 1 bulan mau ramadhan, ada yang 1 minggu, 1 hari, atau bahkan ada yang di hari pertama berpuasa di bulan ramadhan.

Semuanya qadarullah, tidak untuk di sayangkan. Karena setiap ketetapanNya, insyaa Allah itu adalah yang terbaik. Tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Dan lagi, kita akan selalu di ingatkan akan sebuah makna, 'nikmat Tuhan mana lagi yang hendak engkau dustakan?'

#selamat berpuasa ramadhan semua nya

#tugas challenge kedua group belajar mnulis OL

#mita az zahra

@ce.nitha

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2