Mohon tunggu...
Anita HadiSaputri
Anita HadiSaputri Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

Freelancer, interested in movie and comic

Selanjutnya

Tutup

Book

Elantris, Ketika Lukamu Tak Akan Pernah Sembuh dan Sakitnya Menghantuimu Sepanjang Waktu

12 September 2022   12:05 Diperbarui: 12 September 2022   12:14 31 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Gambar diambil dari endante.com

Bagaimana jika kita terluka dan tidak akan pernah sembuh?

Bagaimana jika rasa sakitnya selalu bersama kita sepanjang hari, setiap waktu, dan kita tidak pernah bisa mati?

Begitulah yang dirasakan penghuni Elantris. Sebuah kota terkutuk tempat para elantrian dikumpulkan.

Elantris, ibukota Arleon, tak selalu begitu. Dulu ia adalah kota yang indah, yang ingin dikunjungi semua orang. Disanalah tempat para dewa berkumpul. Disanalah sihir-sihir menakjubkan dipertontonkan.

Disanalah tempat ilmu pengetahuan ditemukan dan disimpan. Disanalah tempat kekuatan-kekuatan memberikan manfaat bagi banyak orang.

Elantrian pun dulu tak selalu begitu. Orang-orang yang terpilih oleh Dor itu akan menjadi dewa. Elantrian berkulit putih bersih hingga terlihat bercahaya. Mereka akan diperbolehkan mengambil tempatnya di Elantris, negri impian, untuk melakukan yang mereka inginkan dan mendalaminya.

Dulu elantrian adalah orang-orang terpilih yang bisa mengendalikan kekuatan alam. Dulu elantrian adalah kumpulan orang-orang terbaik yang melakukan hal baik untuk banyak orang.

Tapi gempa sepuluh tahun yang lalu mengubah segalanya.

Buku Elantris karya Brandon Sanderson ini adalah cerita yang berfokus pada tiga tokoh, Raoden, Sarene dan Hrathen.

Raoden sang pangeran Arleon yang dicintai rakyatnya. Sarene calon istri Raoden yang pemberani dan berbeda dari gadis kebanyakan. Hrathen seorang pendeta dan misionaris yang berpendirian teguh dan hanya hidup untuk pemimpin dan agamanya. 

Elantris adalah tentang perjuangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Book Selengkapnya
Lihat Book Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan