Mohon tunggu...
Anisa Rahayu Bahtiar
Anisa Rahayu Bahtiar Mohon Tunggu... Guru - Bukan siapa-siapa

Seorang wanita yang seringkali membiarkan penanya menari untuk menjadi semburat senyuman di ujung bibir.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi untuk Anakku

20 September 2022   07:12 Diperbarui: 20 September 2022   07:28 158 5 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Angin berembus ramah di beranda

Menyapu lapisan kulit anakku yang tak tertutup jaket dan helm setengah kepala

Kacamata hitamnya membuat pagi buta semakin gulita 

Aku seorang ibu yang iba

Menatap kantuk menggelayut di kelopak mata 

Duuuuh anakku perkasa...

Bukan ibu memaksamu terjaga

Dikala dzikir di mesjid-mesjid masih mengudara

Anakku perlahan membuka jendela

Terkadang menangis, terkadang ceria

Isi mimpinya tak bisa kuterka, tak bisa kuraba

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan