Mohon tunggu...
Anisah ZakyFarras
Anisah ZakyFarras Mohon Tunggu... Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan UNDIP

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Siap Menjaga Keluarga dari COVID-19, Ciptakan Hunian Sehat dan Taman Sayur

12 Agustus 2020   23:04 Diperbarui: 12 Agustus 2020   23:10 10 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Siap Menjaga Keluarga dari COVID-19, Ciptakan Hunian Sehat dan Taman Sayur
Penyuluhan Kesehatan Bersama Pengurus PKK Kelurahan Karanganom | dokpri

Sejak 21 Maret 2020, Kabupaten Klaten terus mengalami kenaikan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19. Hingga 11 Agustus 2020 tercatat sudah ada 166 kasus positif kumulatif di Kabupaten Klaten dengan 124 kasus sembuh, 7 meninggal dan 35 kasus masih dalam perawatan. Kenaikan kasus ini tidak dibarengi dengan peningkatan kesadaran diri masyarakat Klaten dalam memutus mata rantai COVID-19 ini, contoh mudahnya saja masih banyak masyarakat yang menganggap enteng penyakit COVID-19 ini sehingga belum ada kesadaran dalam diri untuk menerapkan protokol kesehatan sehari-hari.

Pada tanggal 9 Juli 2020 yang lalu, WHO mengeluarkan protokol kesehatan yang baru. Pengeluaran protokol kesehatan yang baru ini berkaitan dengan adanya penemuan terbaru bahwasannya dimungkinkan COVID-19 dapat menyebar melalui mikrodroplet tidak lagi melalui droplet. 

Penyebaran virus COVID-19 melalui mikrodroplet ini tentu saja lebih berbahaya ditambah masih banyak masyarakat yang tidak mengikuti perkembangan informasi mengenai COVID-19. Hal ini menimbulkan keresahan tersendiri bagi Anisah Zaky Farras Amalia, salah satu mahasiswa Ilmu Keperawatan Universitas Diponegoro.

Seiring dengan pengadaan TIM II KKN PULANG KAMPUNG UNIVERSITAS DIPONEGORO, terhitung sejak 5 Juli 2020  Anisah Zaky mengadakan penyuluhan kesehatan mengenai COVID-19 dan mengadakan taman sayur guna meningkatkan ketahanan pangan di desa Sumberanom serta mengadakan pelatihan membuat inovasi makanan sehat untuk keluarga. Penyuluhan ini bertujuan untuk menciptakan hunian yang sehat untuk kelurga dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan dan penerapan kebiasaan baru saat pandemi COVID-19.

Anisah Zaky menjelaskan bagaimana cara memutus mata rantai COVID-19 di lingkungan keluarga dengan menciptakan hunian yang sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh keluarga. Anisah Zaky menjelaskan bahwasannya cara menciptakan hunian yang sehat yaitu dengan memperhatikan 3 faktor utama yaitu pencahayaan, sirkulasi udara dan kelembapan udara.

“Usahakan kita selalu membuka jendela dan pintu dari pagi hingga siang, dikarenakan cahaya matahari dapat membunuh kuman berbahaya, sirkulasi yang lancar dapat membawa kuman keluar bersama udara dan kelembapan yang pas dapat mengoptimalkan kerja saluran pernapasan dan mencegah kuman berkembang biak di hunian kita.” Terang Anisah Zaky.

Selain mengajak warga untuk menciptakan hunian yang sehat, Anisah Zaky juga mengajak ibu-ibu untuk lebih kreatif dalam mengolah makanan sehat agar keluarga tidak bosan dalam menyantap makanan sehat. Pada tanggal 29 Juli 2020 Anisah Zaky mengadakan pelatihan membuat makanan sehat kepada ibu PKK Kelurahan Karanganom. 

Menu yang dibuat pada hari itu yaitu steak tahu putih dan wortel kemudian dilengkapi dengan nasi kulit jeruk, pemilihan menu ini dikkarenakan untuk meningkatkan potensi yang dimiliki desa Karanganom yaitu potensi produksi tahu putih. Peserta sangat antusias dalam pelatihan ini, hal ini dikarenakan bahan dasar makanan yang mudah dan murah didapat dan menu baru yang dapat dijadikan ide bisnis untuk meningkatkan penghasilan keluarga.

Pelatihan Membuat Steak Tahu+Wortel dan Nasi Daun Jeruk | dokpri
Pelatihan Membuat Steak Tahu+Wortel dan Nasi Daun Jeruk | dokpri

Tidak hanya berhenti di penyuluhan, Anisah Zaky bekerja sama dengan warga Sumberanom bersama-sama menciptakan taman sayur guna meningkatkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan aktivitas warga Sumberanom guna meningkatkan daya tahan tubuh warga. Taman sayur dibuat di kebun kosong sekitar Sumberanom, taman ini ditanami berbagai macam sayur seperti terong, cabai, tomat, sawi dan lainnya. Selain kegiatan bercocok tanam, warga Sumberanom juga dapat melancarkan peredaran darahnya dengan berjalan di batu refleksi yang telah dibuat bersama di depan gardu warga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x