Mohon tunggu...
Anindya Devi
Anindya Devi Mohon Tunggu... Desainer - Hello!

Writing for fun

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Berdonasi dengan Ilustrasi

31 Desember 2020   23:21 Diperbarui: 31 Desember 2020   23:22 143
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Sebenarnya, bahagia itu apa, sih?

Sebuah pertanyaan retorik yang sebenarnya ketika ditanyakan kepada 3 individu yang berbeda, pasti jawabannya tidak merujuk pada satu jawaban yang sama. Ketika aku menanyakan ke Ibu warung, "Bu, definisi bahagia menurut Ibu itu apa?". Beliau tersenyum sembari menjawab, "Kalau dalam sehari semua dagangan Ibu laris manis.". Lalu aku bertanya pada seorang owner dari sebuah start up, "Kalau menurut lo, bahagia itu apa, sih?" "Oh, tentu aja kalau ada lebih dari 10 payment yang masuk dalam 1 hari!". Terakhir, saat hendak pulang ke rumah, aku bertemu Bapak Satpam Komplek yang seringkali ronda di jalanan depan rumahku. Ketika ditanya, beliau hanya tersenyum simpul sambil menghisap rokoknya, "Bahagia itu ya, Neng, kalau Bapak bisa berkumpul sama keluarga di kampung."

Dari 3 subjek yang berbeda, aku dapat menyimpulkan bahwa arti yang sebenarnya dari kata 'bahagia' itu sebenarnya luaaas sekali. Seluas itu bahkan kamus pun nampaknya tidak sanggup menyertakan jawaban semua umat manusia. Pantas saja arti kata 'bahagia' di kamus rasanya singkat sekali. Memang mustahil untuk menjabarkan makna kata bahagia, ketika manusia di bumi saja sudah menembus angka lebih dari 1 milyar.

Beranjak dewasa, aku mulai memahami bahwa bahagia itu erat kaitannya dengan emosi. Bahkan, semakin nyata terlihat bahwa rasa senang dan rasa bahagia itu rasanya seperti beda tingkatan. Aku pun mulai mengerti mengapa emosi bahagia ini dapat memengaruhi suasana hati seseorang sampai sebegitunya, karena ternyata memang ada penjelasan ilmiahnya.

Lalu, ketika kebahagiaan kita terhambat, atau terpaut waktu dan jarak, kita harus apa?

Seperti halnya emosi lain, tentu saja ada faktor eksternal yang pastinya sangat memengaruhi hormon serotonin seseorang. Terlebih, di tahun yang spesial ini. Mengapa aku bisa seberani itu menyebut tahun 2020 spesial? Tentu saja, tahun ini merupakan tahun yang cukup personal bagi setiap orang. Kehilangan, memberi, berbagi, berusaha, berdoa, mendapatkan, berjuang, serta berpasrah, semua emosi dan perasaan rasanya tercampur aduk menjadi satu. Ketidakpastian rasanya bisa memporakporandakan kebahagiaan setiap orang.

Ketika jarak menjadi penghalang untuk bertemu, atau waktu sedang tidak bersahabat, pastinya ada hal yang mempermudah itu semua. Meskipun sekarang, aku semakin sadar, bahwa jarak tidak seburuk itu. Bahkan, rasanya jadi lebih bisa mendekatkan yang jauh.

Saat awal pandemi, aku dan teman-temanku memutuskan untuk membuat sebuah platform donasi berbasis ilustrasi. Jadi kami menawarkan jasa ilustrasi, yang nantinya hasil dari pembayaran ilustrasi tersebut seluruhnya akan kami donasikan kepada mereka yang membutuhkan, baik pihak yang terdampak pandemi maupun yang tidak. Berbekal diskusi yang tidak memakan banyak waktu, kami memutuskan untuk menamakan kolektif ini dengan nama Selotip. Ibarat selotip, diharapkan kami bisa "menempel" dimana-mana, untuk membantu meringankan kehidupan masyarakat terdampak pandemi dengan donasi yang kami salurkan.

Menyantuni seseorang tentunya bukan hal yang mudah dilakukan. Kami berdiskusi cukup dalam, donasi seperti apa yang akan dibawa nantinya. Setelah yakin akan arah dan tujuan kami, tugas perorang pun dibagi dan kami akan meluncurkan postingan pertama instagram kami di akhir April 2020.

Terlalu larut dalam perencanaan, aku lupa bahwa aku sendiri pun harus menyiapkan peralatan menggambar elektronik atau yang biasa disebut pen tablet. Sejauh ini, aku belum pernah membeli pen tablet, sehingga butuh waktu cukup lama untuk menentukan pilihan jenis pen tablet yang akan aku beli. Tanpa disadari, akhir April sudah dekat dan aku baru saja menyelesaikan pembayaran untuk pen tablet. Karena membutuhkan barang tersebut dalam waktu dekat, aku langsung memilih JNE YES agar pen tabletku bisa sampai di esok hari.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun