Mohon tunggu...
Anindita
Anindita Mohon Tunggu... ---

An amateur blogger

Selanjutnya

Tutup

Film

"Aruna dan Lidahnya", Mencari Makna lewat Sesuap Rasa

22 Februari 2019   23:47 Diperbarui: 23 Februari 2019   00:22 126 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Aruna dan Lidahnya", Mencari Makna lewat Sesuap Rasa
palarifilms.com

Untuk momen kasih sayang kali ini saya menjatuhkan pilihan tontonan pada salah satu film lokal yaitu Aruna & Lidahnya. Hm, apa yang terlintas di benak kalian mendengar judul tersebut?

Apakah kalian membayangkan sosok Aruna si cewek berlidah tajam yang kalau ngomong suka nge-jleb alias menusuk? Ataukah membayangkan Aruna punya lidah bercabang seperti ular? :)))) Oke ternyata bukan karena film ini mengangkat tentang kuliner khas nusantara. Sehingga ya sepanjang film kita akan disuguhi aneka macam hidangan yang menggiurkan.

Film berkisah seputar kehidupan biasa saja seorang perempuan biasa bernama Aruna yang pekerjaannya melakukan penanganan epidemi di sebuah LSM. Aruna bersahabat akrab dengan Bono yang berprofesi sebagai chef. Di dalam geng mereka juga terdapat satu orang lagi bernama Nadezhda alias Nad. Tokoh sentral keempat yaitu Farish yang dibenci-benci tapi rindu oleh Aruna. 

Cerita mereka dimulai ketika Aruna mendapat penugasan menyelidiki wabah flu burung di beberapa wilayah Indonesia. Bono menawarkan diri menemani Aruna, tentunya membawa misi lain yaitu berwisata kuliner mencicipi aneka makanan di daerah-daerah kunjungan mereka.

Dian Sastro didapuk menjadi Aruna, berduet dengan Nicholas Saputra yang memerankan Bono, sahabat akrabnya. Pasangan Dian Sastro dan Nicholas Saputra tentu saja identik dengan karakter legendaris Cinta & Rangga. Saya awalnya bertanya-tanya apakah kita, penonton, bisa melihat mereka sebagai tokoh yang benar-benar baru. 

Rupanya kemampuan akting keduanya memang patut diacungi jempol. Karena disini Dian Sastro bukanlah si Cinta yang berkilauan, melainkan dia bisa jadi perempuan pekerja kantoran biasa lengkap dengan masalah-masalah hidupnya. Begitu juga dengan sosok Nicholas Saputra. 

Tidak ada Rangga si judes, justru kita berkenalan dengan seorang Bono yang friendly dan easy going. Keduanya mampu membangun chemistry sebagai sahabat dekat. Tidak ada tanda-tanda mereka saling jatuh cinta-tapi-kemudian-terjebak-di-pusaran-friendzone.

Justru perasaan Bono dibuat jungkir balik oleh sahabat perempuannya satu lagi, Nad, yang diperankan dengan apik oleh Hannah Al Rashid. Nad memiliki karakter yang berkebalikan jika dibandingkan Bono dan Aruna, bebas, pemberani namun tetap seksi. Hehe. Sedangkan Aruna pusing tujuh keliling menata perasaannya yang diobrak-abrik Farish.Dalam film ini Oka Antara berhasil memerankan tokoh Farish yang cuek dan dingin.

Tema ceritanya sendiri mungkin sudah umum, persahabatan dan cinta bertepuk sebelah kaki eh tangan. Namun tema sederhana seperti ini dapat dikemas dengan begitu apik serta menarik. Kemampuan memasukkan aneka menu makanan dalam setiap adegannya patut diacungi jempol. Makanan-makanan disini bukan sekedar tempelan melainkan menjadi bagian dari cerita.

Konflik yang diangkat juga juga ringan serta sesuai dengan karakter keempat tokoh tersebut. Seperti saya bilang di awal, Aruna memang perempuan biasa saja tetapi justru dekat dengan keseharian kita. Sangat sangat realistis. Bukan tokoh yang super WOW sehingga terkesan khayalan.

Bagaimana dia harus menjalankan perintah dinas dari atasannya, bagaimana dia menemukan hal-hal yang tidak sesuai ekspektasinya, bagaimana dia melakukan investigasi di lapangan, semuanya adalah hal yang sangat mungkin kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Ekspresi dan dialog keempat tokoh di film ini juga mengalir alami. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x