Mohon tunggu...
Anis Hidayatie
Anis Hidayatie Mohon Tunggu... Penulis, guru

aniesday18@gmail.com. Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Mari tebar cinta dengan kata-kata.

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Kafe Sawah Pujon Kidul Malang Tutup Mulai Hari Ini Hingga Batas Waktu Tak Ditentukan

23 Maret 2020   22:45 Diperbarui: 23 Maret 2020   22:59 215 20 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kafe Sawah Pujon Kidul Malang Tutup Mulai Hari Ini Hingga Batas Waktu Tak Ditentukan
Anis Hidayatie doc, pri



Hari Minggu kemarin merupakan akhir dari dibukanya Cafe Sawah Pujon Kidul selama masa issue Corona merebak. Udi Hartopo,  Kades Pujon Kudus dalam wawancara  Senin 23/3/2020 mengatakan, "Kafe Sawah tutup mulai hari ini sesuai edaran gubernur. Dan itu berlaku untuk semua aktivitas di dinas pariwisata dan kebudayaan. Semua destinasi di Kabupaten Malang ditutup sampai batas waktu yang ditentukan."

Jalanan desa yang biasanya ramai oleh lalu lalang kendaraan wisatawan baik asing maupun nusantara kini lengang.  Hanya beberapa warga pencari rumput atau petani sayur yang terlihat bersepeda di ruas jalan desa.

Anis Hidayatie, doc. pri
Anis Hidayatie, doc. pri
Sepi,   warga mematuhi instruksi untuk tidak keluar rumah bila tidak penting sekali. Sekolah-sekolah tutup,  siswa belajar di rumah. Tak terlihat pula berkeliaran di jalan. Padahal di hari biasa anak-anak suka bersepeda atau bermain apa saja di jalan atau halaman rumah.

Warung dan toko sebagian tetap buka. Tetapi pembeli sepi. Atau kalaupun ada aktivitas transaksi mereka akan sesegera mungkin menyelesaikan untuk segera kembali pulang.  Berdiam di rumah.

Kades Pujon Kidul Udi Hartopo 
Kades Pujon Kidul Udi Hartopo 
Menghadapi kejadian luar biasa ini kepala desa, yang saat itu menerima saya untuk diskusi finishing buku desa, menganggap hal itu sebagai momentum introspeksi. Saatnya menegur diri sendiri.  Untuk melakukan pola hidup bersih. Baik pribadi atau lingkungan.

Pengaruh terhadap pemasukan ekonomi warga memang dipastikan akan turun drastis. Karena ada 700  orang yang merasakan dampak positif  ekonomi dari keberadaan  Cafe Sawah itu. Akan tetapi keputusan harus diambil. Selain mematuhi aturan juga untuk menghindari risiko terdapat bila tetap ngotot buka.

Cafe

Anis Hidayatie doc,pri
Anis Hidayatie doc,pri
Cafe Sawah merupakan penyumbang PAD terbesar  bagi desa Pujon Kidul yang totalnya mencapai 1.883. 897.650. Sangat besar dibanding desa lain. Ini mungkin terjadi karena kafe itu selalu ramai pengunjung. 

Tak hanya  weekend namun hari biasa juga. Dari berbagai daerah nusantara juga mancanegara. Ada wisata edukasi untuk grup,  atau paket menginap wisata.  Didukung 48 homestay dengan pengelolaan semua lewat BUMDES, Badan Usaha Milik Desa.

Anis Hidayatie, doc. pri
Anis Hidayatie, doc. pri
Mengantisipasi penyebaran virus, Kades yang pagi tadi  mengadakan rapat koordinasi penanggulangan dampak virus Copid 19 dengan jajaran petinggi kacamatan juga pihak kesehatan di Balai desa itu mengatakan bahwa beberapa langkah telah diambil. Antara lain yakni 

1. Menyediakan hand sanitizer di ruang pelayanan kantor  desa. Menyambut semua orang yang datangbke kantor desa.
2. Penyemprotan ke semua bangunan yang ada di desa sejak hari Kamis termasuk sekolah dan rumah ibadah.
3. Menganjurakan warga membawa sajadah sendiri dari rumah ketika hendak melaksanakan sholat jama ah di masjid atau musholla

Hand Sanitizer disiapkan di ruang pelayanan Kantor Desa
Hand Sanitizer disiapkan di ruang pelayanan Kantor Desa

Juga beberapa hal yang akan dilaksanakan usai rapat persiapan pengambilan tindakan menekan penyebaran Covid 19 tadi pagi.  Yang diagendakan antara lain adalah:

1. Membuat alat cuci  tangan di depan bangunan. Semacam watafel. Atau kalau memungkinkan kran air yang bisa dipakai cuci tangan dan  kaki.
2. Membuat Banner waspada Corona.
3. Membentuk Satgas penanggulangan Corona.

3  langkah lanjutan  yang sedianya segera akan dilaksanakan besok, Selasa 24/3/2020. Berbasis dana desa. Untuk kepentingan kejadian luar biasa,  ada instruksi pusat yang membolehkan desa menggunakan ADD,  anggaran dana desa untuk menghadapi efek Corona. Sesuai kebutuhan masing masing desa.

" Segera kami akan lakukan langkah - langkah berikutnya melalui musyawarah. koordinasi Bersama  BPD,  Badan Permusyawaratan Desa,  Pemdes, Pemerintahan Desa, Tenaga kesehatan,  PKK,  Kader serta Babin kamtibmas, Badan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat. " Papar Kepala desa menutup wawancara Senin,  23/3/2020.

Anis Hidayatie,  untuk Kompasiana, Untuk Indonesia sehat.


VIDEO PILIHAN