Mohon tunggu...
Anis Hidayatie
Anis Hidayatie Mohon Tunggu... Penulis, guru

aniesday18@gmail.com. Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Mari tebar cinta dengan kata-kata.

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Pilihan

Antisipasi Covid 19, PT KAI Lakukan 4 Langkah Ini di Pintu Masuk

22 Maret 2020   20:35 Diperbarui: 22 Maret 2020   20:53 151 24 13 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Antisipasi Covid 19, PT KAI Lakukan 4 Langkah Ini di Pintu Masuk
Pemeriksaan awal di pintu masuk Stasiun Bangil


Pagi,  dua hari yang lalu tepatnya Jumat 20/3/2020 pukul 6:30,  saya berangkat dari stasiun Blimbing -Malang. Dengan keadaan ruang tunggu masih seperti biasa.  Tidak ada yang istimewa dengan jumlah penumpang. 

Perbedaan hanya terletak pada tampilan, fashion dengan masker,  menjadi pilihan sebagian besar pengguna layanan KA,  Kereta Api. 

Waspada tapi tetap tak khawatir bepergian,  itu yang saya lihat pada para penumpang. Komunikasi antar mereka juga tidak banyak berubah, masih bercakap,  jarak dekat,  dengan masker melekat.  Duduk pun tetap berdempetan,  di ruang tunggu menghadap loket stasiun. Yang berdiri juga ada, bagi mereka yang tidak kebagian tempat duduk.  

Penumpang menanti KA datang di Stasiun Blimbing dengan rerata orang mengenakan masker
Penumpang menanti KA datang di Stasiun Blimbing dengan rerata orang mengenakan masker
Pemeriksaan  tiket di pintu pagar pembatas area juga masih seperti biasa. Petugas cek tiket dengan sensor barcode menggunakan alat infra red, mau memegang Hape atau karcis penumpang.  Dilayani satu- satu, antri,  baris berjakar rapi,  tanpa jarak. Dekat.

Pemandangan itu berbeda dengan yang saya alami malam hari. Ketika hendak pulang ke Malang dari stasiun Bangil. Si Corona telah berhasil memaksa KAI mengeluarkan regulasi antisipasi pandemi Covid - 19. Ini dilakukan Menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor SR.02.02/11/270/2020 tentang Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Corona Virus (2019-nCoV).

 
Penumpang check tiket sendiri
Penumpang check tiket sendiri
PT KAI (Persero), sebagaimana keterangan petugas di stasiun Bangil, telah sepakat mengambil tindakan guna meminimalkan  potensi penyebaran dan penularan Novel Corona Virus (2019-nCoV). Tidak menghentikan jadwal keberangkatan tapi ikut mengamankan penumpang.

Salah satu petugas kepada saya malam itu mengatakan, " Mulai hari ini pemeriksaan bagi penumpang yang akan memasuki stasiun Kota Bangil diperketat."

Ada beberapa  langkah yang saya alami dan dilakukan petugas pemeriksa di pintu masuk.

1. Meminta penumpang untuk baris berjarak ketika antri sebelum menunjukkan tiket,  di pintu masuk menuju lokasi kereta. Diberi garis kuning untuk area pembatas.  Sehingga jarak antrean tidak dekat antara satu penumpang dengan yang lain.

2. Memeriksa satu persatu suhu tubuh calon penumpang dengan detektor yang didekatkan di kening.  Saya sendiri aman melewati pemeriksaan karena catatan digital menunjuk angka 36. Tetapi mereka yang lebih dari 38 derajat tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan.  Biaya pembelian tiket dikembalikan 100 %.


3. Swa check tiket. Mengajukan pemeriksaan sendiri ke hadapan sensor infra red untuk barcode tiket,  adalah salah satu antisipasi.  Menghindari sentuhan langsung dengan penumpang. Mereka diharuskan melakukan pemeriksaan tiket sendiri.

Duduk berjarak
Duduk berjarak
4. Duduk berjarak di ruang tunggu.  Kursi tunggu yang biasanya penuh dengan orang-orang yang menunggu kereta datang kini nampak lengang. Ada tanda silang diantara dua tempat duduk.  Dengan aturan yang bertanda silang dilarang diduduki.  Petugas juga sigap dengan aturan ini.  Tak jarang penumpang ditegur untuk tidak duduk di tempat yang diberi tanda silang. Ini di terrace stasiun. Jaga jarak menjadi hal yang harus dilakukan.

Namun,  bagaimana di dalam gerbong kereta?  Ternyata saya mendapati kenyataan bahwa penumpang duduk tetap bersebelahan.  Kemungkinan senggol bagi yang overweight lumayan besar.  Saya pikir tadinya penumpang akan duduk satu kursi satu tiket.  Ternyata tetap seperti biasa satu kursi bisa dihuni 2 atau tiga orang sesuai nomor seri tiket.

Ah,  itu tidak konsisten dengan aturan di luar dong. Begitu pikir saya.  Tapi kemudian tersirat kata mengerti. Susah pula membuat penumpang duduk tak besebelahan. Ticket tercetak otomatis sesuai ketersediaan bangku kosong. Memilih memilah susah juga kan.

Duduk berjarak
Duduk berjarak
Akhirnya, saya pada sampai kata maklum dan tetap angkat topi dengan kebijakan PT KAI. Deteksi di pintu masuk,  kebijakan tegas untuk melarang naik KA bagi penumpang yang tidak sehat, membuat tanda silang di tempat  duduk area tunggu adalah satu langkah preventif  yang saya akui cukup efektif.

Langkah awal cerdas untuk membatasi penumpang hanya pada mereka yang memenuhi syarat. Meskipun di dalam gerbong susah membuat penumpang tidak bersentuhan apalagi jaga jarak. Tapi setidaknya seleksi awal sudah dilakukan bukan?

Waktu menunjuk pukul 20.55. Announce kereta memberitahukan pada penumpang untuk bersiap turun di stasiun Blimbing. " Tetap tinggal di tempat duduk sampai kereta benar-benar berhenti. Periksa barang bawaan,  jangan sampai ada yang tertinggal."Penyampaian rutin yang selalu saya dengar dengan kalimat sama berulang.

Dengan sebuah tarikan nafas. Manut.  Saya periksa barang,  tas ransel. Juga gawai. Satu notifikasi pesan menarik saya membuka. Dari BNPB yang berbunyi," Menjadi Pahlawan Kemanusiaan dengan sebar pesan: jaga jarak, hindari kerumunan, jangan sentuh mata, hidung, mulut, cuci tangan, perbanyak kegiatan di rumah #BUMNUntukIndonesia.

Siap ! Saya lajukan sepeda motor.  Membelah malam, kota Malang yang sepi,  juga hutan dan jurang yang akrab saya lewati. Menuju rumah di Pujon. Hanya satu jam sampai,  tanpa kendala macet sama sekali. Membangunkan emak, setengah berteriak memanggil nama.  Dia bukakan pintu pagar dan rumah.

Masuk dengan salam tanpa salim. Aneh sih. Langsung menuju kamar mandi, bersih diri dengan sabun,  wudhu,  ganti baju.  Sholat isyak, salim emak, baru masuk kamar. Menulis,  work from home.  Bismillah aman, baru tidur dengan rasa nyenyak dan nyaman.

 
Anis Hidayatie untuk Kompasiana
Malam peraduan. 22/3/2020

VIDEO PILIHAN