Mohon tunggu...
Anis Hidayatie
Anis Hidayatie Mohon Tunggu... Penulis, guru

Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Cinta adalah muasal segalanya. Mari tebar cinta dengan kata-kata.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Rof

16 Juli 2019   04:45 Diperbarui: 16 Juli 2019   04:52 0 16 8 Mohon Tunggu...

Sebagai lelaki yang sedang berjuang dengan deadline akhir penantian, aku mengagumimu sebab tiada lelah berjuang. Meminggirkan lelah nan merajam, memilih melupa untuk berhura-hura.

Rof, aku tahu, kau sungguh mencintai alam, menaklukkan puncak-puncak perkasa, mengarungi bentang tepi lautan, menyusuri jalan setapak di terjalnya perbukitan. Hasrat itu terlalu sulit dikalahkan. Namun untuk sebuah kalungan  gordon kesuksesan kau rela menjeda.

Rof, padamu kutatap bayang, menjelma riak-riak kenangan, tertelan bisu, tertulis jadi catatan harian, bahwa kita pernah duduk di bangku yang sama dalam sebuah antrian pembuktian. Dengan berkongsi cerita, beradu pandang, dan bertukar senyuman.

Rof, hari ini ragaku tidak berada di sampingmu, namun sebongkah hati telah kutitipkan pada sang guru. Biar dia yang memuisikan betapa ingin mengeruniku untuk duduk di sampingmu yang menjadi obat atas lelah perjalanan jauhku.

Rof, sehari tanpamu ternyata hampa, aku menjelma sunyi di tengah riuhnya dunia. Rinduku mengantarkanku pada gelakmu, gerakmu, bau tubuhmu, dan semua tentangmu menari di pikiranku. Serupa menanggung siksa ingin jumpa, sehari tanpamu, aku sempurna disetubuhi sepi.

Rof, untuk hari-hari indah yang kita nantikan, aku akan datang. Dampingimu mencatat setiap cerita. Mengikat cinta di ujung penantian, saat nama dipanggil dan tersematlah toga. Dalam genggam tangan, pulang.


Anis Hidayatie, with special thanks to Gibranis and of course My Rof. Malang, 15/7/2019 dalam jeda sehari tak bersua.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x