Mohon tunggu...
Anis Hidayatie
Anis Hidayatie Mohon Tunggu... Penulis, guru

Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Cinta adalah muasal segalanya. Mari tebar cinta dengan kata-kata.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Tetap Di Sini, Rindu Menanti

17 Juni 2019   19:13 Diperbarui: 17 Juni 2019   19:20 0 20 8 Mohon Tunggu...
Tetap Di Sini, Rindu Menanti
Pixabay.com



Dulu, ketika hujan masih sering bawakan pesan. Paras manismu selalu hadir dalam  rintik hujan. Ada isak tangis ketika gelegar petir menyambar-nyambar. Lalu, makin erat pelukan.

Dulu, ketika mawar di taman masih jadi hiasan. Kau sering sampaikan pesan pada kuncup mawar. Ada rindu bermekaran dan aroma semerbak menawan.

Bahkan, kumbang kau halau agar mawar tak lagi berduka. Semua ada masanya. Ketika ranting mawar patah, tangisku tak kuasa kusanggah. Kau kian rindu pada sisa kelopak merekah.

Dulu, ketika kolam ikan jadi arena bermain kita. Percikan ikan membuatmu tertawa girang. Pesan rindu kau sampaikan setiap pagi dan petang.

Kemudian kemarau datang. Rindumu tak pernah bertambah. Juga tak pernah kurang. Lalu, apa yang membuatmu merasa ada saingan?

Aku tetap di sini. Menanti hujan. Memelihara mawar. Dan, merawat kolam. Untuk siapa? Untukmu jika rindu itu tiba-tiba terbang. Ada saksi untuk pengadilan.



***"""
Ropingi Untuk Anis Hidayatie,  Tanah Bumbu, Malang 17 Juni 2019.
Setelah lama menahan kerinduan


KONTEN MENARIK LAINNYA
x