Mohon tunggu...
Anis Hidayatie
Anis Hidayatie Mohon Tunggu... Penulis, guru

aniesday18@gmail.com. Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Mari tebar cinta dengan kata-kata.

Selanjutnya

Tutup

Thrkompasiana Pilihan

Ternyata Berdesakan di Dalam Bus Itu, Heboh bin Seru

6 Juni 2019   19:19 Diperbarui: 6 Juni 2019   19:32 164 27 14 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ternyata Berdesakan di Dalam Bus Itu, Heboh bin Seru
Berdiri, berdesakan | Anis Hidayatie (doc.pri)

Hari kedua lebaran ternyata harus kulewati dengan berdesakan di dalam bis. Tak mendapatkan tiket kereta api, membuatku mencari alternatif transportasi pengganti. Bis menjadi pilihan, secara biayanya yang murah, relatif terjangkau kaum marginal seperti aku ini.

Terbiasa mendapat tumpangan ketika akan bepergian, membuatku lupa, bahwa naik bis hari gini mestilah siap dengan kondisi sesak. Ya, aku biasa ikut mobil kakak atau adek ketika akan ke manapun, atau kalau tidak Kereta Api menjadi favorit transportasi yang sering kugunakan untuk bepergian, terutama pulang pergi dari kota Bangil, tempat tinggal ibuku, menuju Pujon, hunian emak mertuaku.

Keduanya hidup sendiri, inginku bisa melayani keduanya di senja usia, maka jalan yang kutempuh yakni berbagi badan ini untuk mereka. Tergantung kebutuhan, bila ibu Bangil memanggilku, segera aku datang, sebaliknya bila emak mertuaku tak ada teman, kusegerakan pulang.

 Halnya lebaran kali ini. Hari pertama ada ajakan ibu untuk ikut pertemuan halal bihalal lingkungan yang ditempatkan beliau, ku iyakan, sejak hari dikumandangkan takbiran aku sudah datang. 

Halal bihalal pertemuan lingkungan | Anis Hidayatie (doc.pri)
Halal bihalal pertemuan lingkungan | Anis Hidayatie (doc.pri)

Sedangkan hari kedua di tempat kediamanku, Pujon, ada acara pertemuan rutin tahunan. Keluarga besar Bani  Jamil berkumpul, kuusahakan mengikuti acaranya, sambung bertemu keluarga suami, seseorang yang kehadirannya sangat berarti dalam kehidupan ini.

Pertemuan Keluarga | Anis Hidayatie (doc.pri)
Pertemuan Keluarga | Anis Hidayatie (doc.pri)

Libur panjang, tak menyibukkanku dari kewajiban mengajar. Untuk kegiatan reportase atau menulis, bisa kulakukan di mana saja. Sehingga waktu luang lebaran ini benar benar kumanfaatan untuk dua wanita yang sama kucinta tersebut. Dengan resiko hilir mudik, antara Bangil-Pujon. Sebuah jarak yang kalau kutempuh naik sepeda motor memakan waktu 2 jam an.

Merasakan naik bis dengan kondisi berdesakan ternyata seru juga. Berjumpa sekumpulan emak-emak, dengan kehebohan ketika tergencet, atau kesenggol menimbulkan kelucuan tersendiri. Menyaksikan tingkah mereka, sedikit menimbulkan hiburan segar. Heboh bin seru, itu pilihan kata yang tepat untuk menggambarkan suasana di dalam bis saat berdesakan.

Dari arah Gempol ke Malang naik bis. Lanjut ojol ke terminal Landungsari , untuk mendapatkan ojol hari gini ternyata susah juga. Rata-rata mereka enggan menjemput dengan alasan macet atau jauh. Maka begitu ada pengendara berjaket hijau ojol sedang parkir kuminta dia mengantar, berburu waktu maksudku. Dia bersedia tapi minta dibayar offline secara kalau lewat layanan aplikasi dia tak bisa otomatis melayani. Sepakat, kubayar dia Rp.30.000 lebih mahal 10.000 dari harga biasanya, sukarela. Dia tak menentukan tarifnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x