Mohon tunggu...
Sosbud Pilihan

Indonesia Terlalu 'Dibajak'

31 Desember 2014   06:10 Diperbarui: 17 Juni 2015   14:08 0 0 0 Mohon Tunggu...

Saat ini pembajakan menjadi sesuatu yang sangat biasa terjadi di kehidupan kita terutama di Indonesia. Kita bisa dengan mudah mendapatkan berbagai macam barang yang yang kita inginkan dengan harga yang sangat sangat murah dimana saja, dari pasar tradisional, dari internet, bahkan di mall sekalipun yang terkenal sebagai tempat untuk mencari barang barang asli dari distributor resminya. Tidak hanya di dunia music, dalam fashion seperti baju, tas sepatu, dalam karya sastra seperti buku novel, film, di dunia gadget seperti handphone, computer, laptop, software, bahkan dalam beberapa karya seni visual lainnya. Kita bisa mendapatkan semua barang itu dengan harga yang sangat sangat murah dalam versi bajakannya. Efek dari pembajakan ini tentu saja sangat merugikan baik untuk Negara maupun untuk para pekerja kreatif kita, terutama untuk para pekerja kreatif kita. Pada dasarnya para pekerja kreatif kita mampu bertahan karena karya karyanya, mereka mampu menjadi kreatif dan lebih kreatif lagi karena hasil karya karya mereka, namun pembajakan karya mampu menghancurkan karier mereka. Andrea Hirata penulis Laskar Pelangi bahkan sudah berhenti menulis untuk industri Indonesia. Kini dia sedang mengerjakan buku terbarunya yg akan di terbitkan di Amerika Serikat. Dia merasa kesal dengan pembajakan di Indonesia, pernah di sebuah acara promosi buku dia menandatangani 2000 kopian Laskar Pelangi yang ternyata baru dia sadari kalau tak ada dari 2000 buku tersebut yang asli. Beberapa musisi di Indonesia juga merasakan yang sama, band besar seperti GIGI merasakan dampak dari pembajakan itu sendiri di tahun 2007 mereka mampu menjual hinggal jutaan kopi disc album mereka namun di tahun 2008 mereka bahkan tidak mampu menjual lebih dari 500.000 kopi tentu saja angka ini sangat mengenaskan melihat di tahun tahun sebelumnya mereka mampu menjual dengan nominal jutaan. Di tahun 2008 Indonesia menjadi Negara dengan tingkat pembajakan terbesar di dunia setelah China dan sekarang Indonesia menjadi salah satu dari 13 negara yang paling diawasi dalam hal pembajakan lumayan membanggakan tentu, lalu jika pembajakan sebegitu parahnya mengapa pembajakan ini terus terjadi di Negara kita dan malahan menjadi sesuatu yang sangat umum terjadi di sini ? Kita bisa menyalahkan para pelaku memang, para pelaku pembajakan atau bisa dikatakan pelaku pelanggar hak cipta memang sangat bertanggung jawab dalam masalah ini, dengan mudahnya mereka menggunakan teknologi untuk menghasilkan beberapa “kopian” dari karya karya terkenal sesuai dengan keinginan pasar. Ya teknologi memang memudahkan kita dalam melakukan berbagai hal, mencari lagu terbaru, film terbaru, dan software software terupdate lainnya, namun ketika kita tidak mampu menggunakan teknologi secara bijak maka akan muncul dampak dampak negative yang akan membuat beberapa pihak merugi contohnya dalam pembajakan ini para pemain industry kreatif. Para pelaku dan teknologi, kita mungkin tidak bisa terlalu menyalahkan teknologi karena teknologi akan terus maju bagaimanapun juga, namun oknum utama yang paling berpengaruh sebenarnya adalah masyarakat itu sendiri. Kenapa masyarakat ? karena masyarakat kita akan selalu menjadi pembeli terbaik dalam bisnis ini, tanpa adanya pembeli tentu saja tak akan ada permintaan barang. Tiap harinya ribuan hingga jutaan lagu, film, e-book di download tiap harinya, jutaan vcd dan buku bajakan terjual tiap harinya. Permintaan dari masyarakat untuk menerima barang ‘murah’ akan terus bertambah mengapa ? kemungkinan besar ini disebabkan karena masyarakat kita yg bisa dibilang consumer menengah ke bawah, para consumer kesulitan untuk membeli barang yang ‘dianggap’ biasa dengan harga mahal. Kalau memang ini sudah menjadi kebiasaan kita untuk membeli barang bajakan yang berarti mendukung bisnis ini, bagaimana kita bisa merubah suatu kebiasaan ? ya kita bisa, dengan membentuk kebiasaan baru yang lebih baik. Kita mulai dengan hal hal yang sederhana seperti mendownload lagu atau film yang kita inginkan dari web resmi baik berbayar maupun tidak. Biar saya beri tahu sesuatu, disaat industry music mulai menyerah terhadap pembajakan, muncullah dari Apple inc aplikasi itunes dimana jutaan lagu dan film berbayar didownload setiap harinya, ini menandakan masih ada harapan di industry ini. Membeli hasil karya karya original para seniman di toko yang menjadi distributor resmi juga sama dengan mendukung para pekerja kreatif kita. Kehidupan para pekerja kreatif bergantung dari karya karya mereka, bila kita tidak mendukung mereka dengan membeli produk asli mereka maka kekreatifitasan mereka akan semakin berkurang dan industry kreatif akan hancur bila kita tidak dapat mengubah kebiasaan kita. Sayangi industry kreatif, stop beli bajakan.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x