Ki Suki
Ki Suki pegawai negeri

Hidup ini selalu indah saat kita bisa melihatnya dari sudut yang tepat, sayangnya seperti melihat sebuah kubus kita hanya mampu melihat paling banyak tiga sisi dari enam sisi yang ada.

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Warung Sreg: Sensasi Rasa dari Pedalaman Lamongan

5 November 2017   06:57 Diperbarui: 5 November 2017   19:13 848 1 1
Warung Sreg: Sensasi Rasa dari Pedalaman Lamongan
Dokpri

Siapa yang tidak tahu dengan Soto Lamongan atau Tahu Tek Lamongan. Lamongan memang identik dengan kuliner Jawa Timur. Namun kuliner di Lamongan tidak hanya soto atau tahu tek. Setidaknya itu yang terlintas saat berada di daerah Ngimbang, sebuah kecamatan yang terletak di pedalaman Lamongan. Letaknya berada di perbatasan Lamongan, Babat dan Jombang. 

Setelah perjalanan keliling mengunjungi beberapa tempat di Ngimbang, waktu menunjukkan jam 12 siang. Kami (saya dan mas Inu) masing berada di daerah Ngimbang. Mau langsung kembali ke Surabaya terasa masih terlalu dini, jadi kami memutuskan untuk mengunjungi Waduk Gondang yang terletak tidak jauh dari daerah ini. Namun kami memang harus berhenti dulu dan mencari warung untuk menenangkan perut kami yang sudah keroncongan.

Sebelum memasuki Gunung Pegat, kami melihat sebuah warung dengan tempat parkir yang memadai untuk mobil. Awalnya kami ragu karena sepi. Namun kami akhirnya tetap masuk juga karena kami tidak ingin menahan lapar lebih lama lagi. Namanya Warung Sreg.

Warung Sreg atau Warung Seger Wareg ini menyediakan sepertinya makanan-makanan biasa. Mas Inu memilih lele goreng dan lalapan. Ada satu menu yang membuatku ingin mencoba: Asem-asem Kuthuk. Kuthuk adalah ikan air tawar yang banyak ditemui di sungai dan empang. Ikan ini terkenal dengan kepalanya yang keras. Dagingnya cukup banyak dan punya rasa yang khas.

Dokpri
Dokpri

Asem-asem kuthuk ini munggunakan kuah sayur asem dan isinya ikan irisan ikan Kuthuk. Penyajian ikan Kuthuk yang menyembul di kuah sayur asem ini menggoda untuk segera dinikmati. Karena baru kali ini makan makanan ini, aku mencicipi dulu kuahnya. Benar, ini memang kuah sayur asem dengan ada rasa sedikit pedas. Aku ambil secuil daging Kutthuk dalam sendok dan tentu dengan kuahnya. Huaahhhh. Mantap sekali. Tidak tahan rasanya untuk segera menghabiskan semua. 

Ternyata di daerah pedalaman Lamongan ini masih menyimpan potensi kuliner yang luar biasa. Setidaknya hari ini sudah mengenal salah satunya yaitu Asem-asem Kuthuk. Salah satu kuliner lokal yang seharusnya bisa membawa negeri ini menjadi surga kuliner di dunia.

Ditulis oleh: Ki Suki
Foto adalah koleksi pribadi