Mohon tunggu...
Yan Sriw
Yan Sriw Mohon Tunggu... Guru

Rencana-Nya, pasti lebih baik dan lebih indah... Trust in Him...

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Lihat Aku!

24 Mei 2019   16:18 Diperbarui: 24 Mei 2019   16:20 0 3 2 Mohon Tunggu...
Lihat Aku!
Dokpri

Sore itu, brakkk... suara sangat keras membangunkan tidurku yang baru saja mata ini terpejam. Sepertinya seseorang melemparkan barang kelantai hingga hancur. Terdengar suara ayahku yang membentak ibu. Terdengar pula ibu menyahut dengan suara lebih keras lagi. Belum selesai ibu bicara terdengar ayah mengejek ibuku dengan menyebutnya 'cebong'. Terdengar ibuku kembali menyahut berteriak memanggil ayah 'kampret'..... Haaaahhhhh... sampai kapan perdebatan ini berakhir di telingaku, pertengkaran yang membuat aku sangat muak.

Kadang aku sangat kecewa dan kesall, mereka tak lebih seperti kanak-kanak. Terlebih, tempo hari aku begitu sakit hati, saat aku menyela dalam perdebatan mereka -maksudku hanya ingin mengingatkan mereka supaya mereka berhenti berdebat. Tapi tak disangka, selama yang ku ingat ayah tak pernah membentakku, ibu juga tidak pernah memelototi aku, seperti kemarin itu. Sungguh itu membuat aku merasa hidup sendiri. Hal itu sudah berlangsung berbulan-bulan. Membuat aku hidup diantara panasnya suhu yang membuat aku sangat terluka dan benar-benar ingin pergi.Tak terasa air mataku jatuh meleleh... ku sapu oleh kelima jariku. Aku masih ingat selembar kertas yang aku tinggalkan di meja belajar di kamarku.


"Ayah... Ibu... andai aku tidak lebih penting dari apa yang Ayah Ibu perdebatkan setiap hari. Aku memilih pergi saja. Aku tidak bisa menerima betakkan pertama dalam hidupku oleh Ayah dan Ibu.

Sebetulanya apa yang Ayah dan Ibu cari?? Andai pilihan ayah yang terpilih, memangnya ayah mau jadi apa? Jadi Mentri?

Andai pilihan ibu yang terpilih, memangnya Ibu mau dapat apa?? Dapat uang uang banyak?? Sehingga Ibu tidak memerlukan Ayah lagi??

Maaf Ayah Ibu, aku tidak bisa memahami Ayah dan Ibu. Aku memilih pergi saja".