Mohon tunggu...
Anggi Aulia Sitompul
Anggi Aulia Sitompul Mohon Tunggu... Mahasiswa - Berkarya melalui literasi

Sebaik-baik nya manusia adalah yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Semangat.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pengaruh Happiness terhadap Perkembangan Anak

29 September 2022   22:37 Diperbarui: 29 September 2022   22:42 188 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Bahagia seseorang itu seperti apa sih?

          Dalam dunia psikologi, perilaku manusia, dan kesejahteraan mental individu merupakan salah satu fokus kajian ilmu tersebut. pada salah satu gerakan psikologi positif, mengutamakan potensi setiap individu agar dapat beradaptasi dengan lingkungannya secara optimal agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi. Untuk menciptakan generasi penerus yang mampu membangun keluarga yang utuh yaitu adanya unsur kebahagiaan yang dimiliki setiap individu itu. Kebahagiaan kondisi psikologis positif dimana seseorang memiliki emosi, pikiran dan perasaan positif terhadap kehidupannya. 

          Kebahagiaan juga merupakan perpaduan dari kasih sayang, ketenangan, kepuasan atas suatu kejadian, keberhasilan dalam suatu hal, dan kegimbaraan. Tolak ukur kebahagiaan dapat dilihat dari mood seseorang (suasana hati) atau emosi. Namun, untuk memastikan apakah seseorang bahagia, ada 2 komponen subjective well being (kebahagiaan yang subjektif). a.Affect balance, hal ini terjadi apabila seseorang merasakan kesimbangan antara perasaan positif dengan perasaan negatif. Bahagia dapat dikatakan bila perasaan positif jauh lebih menonjol dibandingkan perasaan negatif. Perasaan positif dapat dilihat dari kegembiraan, ketenangan, kasih sayang, bahagia. Sedangkan perasaan negatif yaitu sedih, khawatir, marah, rasa tertekan dan galau. b.Life satisfaction. kepuasan hidup, seseorang mengevaluasi kehidupannya dan menilai kepuasan hidupnya dalam area yang khusus.

           Menurut Ryff dan keyes (1995), kebahagiaan seseorang dapat dilihat dari enam komponen yaitu: a.Self acceptance, orang dapat dikatakan bahagia dari cara ia menghargai dirinya sendiri, mngetahui kekurang dan kelebihannya, cara menerima kekurangan tersebut, dan pandangan positif akan masa lalu nya. b.Personal growth, kebahagiaan ditentukan dari cara pandang ia akan dirinya sendiri yang mampu bertumbuh dan selalu belajar dari pengalaman, mengenali potensi dirinya dan mampu mengembangkannya dalam bentuk apapun. c.Purpose in life, bahagia dapat ditentukan dari pandangan dirinya dengan tujuan dan arah yang jelas kedepannya. d.Environmental mastery, kemampuan mengendalikan lingkungan. Yaitu bagaimana ia mengatur dan teampil dalam mengendalikan situasi lingkungan. e.Autonomy, kemandirian.

           Ke independent an dan kemampuan seseorang dalam mengarahkan dirinya sendiri dapat menentukan kebahagiannya, karena mampu mengatur perilaku beradasarkan prinsip pribadi. f.Positif relations, kebahagiaan ditentukan melalui hubungan baik dan kepercayaan orang lain terhadapnya, empati, dan sebagainya. Kebahagiaan seseorang dapat dilihat dengan beberapa karakter atau ciri-ciri seperti: a.Lebih menghargai diri, orang yang bahagia lebih menghargai dirinya sendiri. Ia yakin kalau ia adalah orang yang menyenangkan. Dapat dikatakan, orang yang seperti ini memiliki kepercayaan diri yang lumayan tinggi. b. Mampu mengendalikan dirinya, orang yang mampu mengendalikan dirinya sendiri akan merasa lebih bahagia karena merasa memiliki kontrol dalam hidupnya. c.Terbuka, mudah bersosialisasi, membutuhkan bantuan orang lain dan memberikan bantuan terhadap orang yang membutuhkannya. d.Optimis, orang yang bahagia pasti memiliki keoptimisan yang tinggi, memiliki pandangan yang cerah di masa depan dan keyakinan yang tinggi akan keberhasialannya. 

          Kegembiraan dan Kebahagiaan merupakan dua perasaan yang sama namun berbeda. Dari segi makna, kebahagiaan memiliki arti yang lebih umum yang mencakup pengalaman/ kesenangan duniawi dan objek material. Kebahagiaan bisa disebabkan karena keberuntungan, nasib baik (datang dari perkara luar). Dari segi waktu, kebahagiaan hanya bersifat sementara. Contoh kebahagiaan yaitu saat seorang anak memenangkan perlombaan di sekolahnya. Sedangkan kegembiraan adalah perasaan yang jauh lebih kuat dibandingkan kebahagiaan, merasa terhubung baik secara rohani dengan tuhan maupun dengan orang lain. Kegembiraan juga merupakan adanya kepuasan hati dan kedamaian yang dirasakan yang berlangsung lama.

           Kebahagiaan adalah mengenai diri sendiri. Contoh kegembiraan yaitu, saat anak berhasil menggambar kelinci pertama kalinya dan ia menyukainya. Maka perasaan gembira akan muncul dan tetap diingat oeleh dirinya hingga jangka waktu yang lama. Dalam dunia kanak-kanak, kebahagiaan dan kegembiraan merupakan salah satu faktor pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan mereka. Karena anak yang bahagia cenderung memiliki pemikiran yang positif. Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC mengatakan dalam kesempatan Lactogrow Gwow Happy di Jakarta bahwa, Pada aspek sosial khususnya, anak yang bahagia dan gembira sejak kecil lebih memiliki peluang besar untuk menjadi sosok indovidu yang memiliki emosi poditif dan kepuasaan yang tinggi di masa dewasanya. Carr dalam penelitian Astuti tahun 2017 mendefinisikan kebahagiaan sebagai keadaan psikologis positif yang ditandai dengan kepuasan masa lalu yang tinggi dan tingkat afek negatif yang rendah. Nah, dapat kita simpulkan bahwa Kebahagiaan anak tidak dapat dinilai hanya dari kegembiraan sesaatnya saja. Namun, lebih kepada rasa nyaman, aman dan cara lingkungan menerimanya dengan baik. Sebagai orang tua, apakah kalian merasakan hal ini dialami oleh anak?. Selain perasaan kegembiraan dan kebahagiaan, ada juga perasaan sedih atau kesedihan. 

           Kesedihan adalah keadaan emosional yang sering dialami seseorang sebagai respon normal yang timbul akibat peristiwa negatif. Kesedihan umumnya normal untuk dialami, namun kesedihan yang berlangsnung lama dapat menimbulkan depresi. Perasaan sedih juga dapat berkontribusi pada suasana hati, gangguan, dan kondisi kesehatan mental lainnya seperti gangguan kecemasan, depresi, genetik. Oleh karena itu, sebagai orang tua dan calon guru, kita harus menanamkan rasa bahagia pada anak sejak usia dini agar dampaknya dapat dirasakan hingga jangka panjang kelak. .

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan