Irfan Hanif
Irfan Hanif Keep Learn

Terus asah kreativitas | Kembangkan ide-ide menarik | Jadi yang terbaik dan bisa percaya diri | Coba berpikir di luar hal yang biasa.

Selanjutnya

Tutup

Fesyen

Barang "Branded"

9 Agustus 2018   19:37 Diperbarui: 9 Agustus 2018   21:16 1233 0 0

Tren sekarang ini tak bisa dipungkiri lagi karena perkembangan teknologi dan gaya hidup yang begitu pesat membuat seseorang ingin memiliki suatu barang yang sangat terkenal eksistensinya beserta brand yang tak kalah saing dengan yang lainnya. 

Kalangan anak-anak muda pun mencoba untuk merasakan sensasi dari barang - barang tersebut, yang merupakan kebutuhan mereka karena mungkin pengaruh dari pergaulan, teman-temannya, dan bahkan karena sedang nge-tren di kala itu. 

Keputusan untuk memiliki barang branded adalah suatu hal yang perlu dipikirkan secara matang-matang dan tidak sembarangan, karena tidak semua orang bisa memiliki barang branded tersebut. 

Jika dilihat dari kualitasnya mungkin sangat bagus sekali seperti tidak mudah lecet, tidak mudah robek, tidak mudah putus (jika itu pegangan tas), dan jahitannya juga sangat kuat menggunakan mesin jahit khusus dari luar negeri, dan masih banyak kemungkinan lainnya. 

Maka tidak heran bila harganya pun juga sangat fantastis. Misalkan saja tas selempang untuk pria katakanlah dari brand Gucci, harga untuk satu tas selempang itu adalah 5 juta rupiah. Bayangkan, 5 juta itu adalah gaji normal dan minimal dari seorang karyawan. 

Apakah kita rela, dengan uang 5 juta itu hanya untuk membeli satu tas selempang? Ini tentunya dilihat dari budget yang dimiliki. Jika memiliki budget yang sangat lebih membeli tas dengan harga segitu tak menjadi masalah, namun apa jadinya jika budgetnya pas-pasan? 

Lebih baik belanjakan yang lain saja, jika ingin melihat-lihat boleh-boleh saja. Lagian, si pelayan toko juga tak memaksakan kehendak kita untuk harus membeli barang-barang mewah itu. Karena mereka pasti tahu bahwa yang dijualnya adalah barang terkenal dengan harga fantastis, dan tidak semua orang bisa memilikinya. Namun kita juga tidak boleh terlihat norak saat memasuki toko-toko luxury itu :D.

Toko luxury yang dimaksud adalah semacam Gucci, Louis Vuitton, Prada, Hermes, Dior, Aigner, Chanel, dan masih banyak lagi. Tidak heran bila kita melihat toko-toko itu di suatu Mall pasti tempatnya terlihat sangat bersih, barang yang dijajakan pun juga tersendiri. Dan satu lagi, tempatnya selalu sepi pengunjung (mengingat harganya itu lho :D). 

Untuk memiliki barang seperti itu lebih baik banyak-banyaklah menabung, dan jika berstatus masih sekolah atau kuliah sebaiknya izin terlebih dahulu pada orang tua. Mungkin jika sesekali saja tidak apa-apa ingin memiliki barang branded semacam itu. Lain cerita jika profesinya adalah pejabat, direktur, artis, apalagi artis papan atas yang tingkat popularitasnya sudah tak diragukan lagi. Mungkin mereka akan menjadikan barang branded sebagai koleksi. 

Yang namanya barang seperti itu membuat kita merasa lebih banyak diperhatikan orang-orang, ingin membeli barang dengan brand terkenal itu tujuannya apa, dan mengapa. Jangan sampai kita jadi ikut-ikutan oleh orang yang punya barang-barang bagus dan jika kita tidak memilikinya maka akan muncul rasa gengsi. Sebaiknya sesuaikan saja dengan kemampuan dan kapasitas budget kita, kalau merasa tidak mampu janganlah dipaksa. Yang ada untuk kebutuhan lainnya malah tidak terlaksana.

Tak ada salahnya jika berpergian ke suatu mall untuk melihat-lihat barang bagus tersebut. Apalagi jika memang hobi dan senang jalan-jalan ke mall yang tujuannya hanyalah untuk kesenangan semata. Dan memuaskan mata dengan cara sering masuk ke toko itu dan melihat-lihat. Seperti yang dijelaskan diatas, lagi pula si pelayan juga tidak memaksa kita untuk beli. Jadi janganlah sungkan jika tujuannya hanya ingin melihat, asal jangan bersikap norak seperti berkata: "wuihh harganya mahal bangeeeeet!!" :v.