Irfan Hanif
Irfan Hanif Keep Learn

Sarjana Ilmu Komunikasi, Fikom Budi Luhur | Terus asah kreativitas | Kembangkan ide-ide menarik | Jadi yang terbaik dan bisa percaya diri | Coba berpikir di luar hal yang biasa.

Selanjutnya

Tutup

Humor

Jalan-jalan ke Puncak

3 Agustus 2018   22:48 Diperbarui: 3 Agustus 2018   22:52 425 0 0

Di hari Minggu pagi pasti menjadi hari yang paling menyenangkan karena bisa berkumpul bersama keluarga atau istilahnya family time! Yup, ketika Minggu tiba rasanya anak-anak sekolah, kuliahan, apalagi orang kerja terutama kantoran bisa bersantai-santai dirumah atau berjalan bersama keluarganya. Melepas penat dan letih disaat hari-hari biasa yang menjalankan kewajiban dan membalas dendam dihari Minggu untuk bersenang-senang. 

Apalagi hal yang menyenangkan adalah jalan-jalan bersama keluarga. Kali ini ada sebuah cerita dari keluarga yang terdiri dari 4 anggota keluarga. 2 anak dan 2 orang tua (ya iyalah). Suatu hari mereka berencana untuk pergi ke Puncak. Banyak sekali pemandangan yang indah nan menyegarkan di Puncak. Siapa sih yang belum pernah kesana? Kalau saya sih dulu sering, tapi macetnya minta ampun deh disana.... banyak yang jualan cangcimen, jagung bakar, minuman dingin, pizza juga ada, dan banyak lagi.

Saat itu 4 anggota keluarga dengan nama anaknya yaitu Didit dan Deden sedang mempersiapkan barang-barangnya untuk dibawa ke Puncak. Didit yang senang dengan olahraga lompat tali membawa alatnya untuk bermain disana nanti. Sementara Deden yang senang dengan kasti membawa stiknya beserta bolanya. Sedangkan Bapak Ibu mereka tidak membawa perlengkapan apa-apa melainkan hanya baju ganti jikala disana kepanasan, dan botol minum hangat saja. 

Ketika semuanya telah bersiap-siap mereka semua memutuskan untuk segera memulai perjalanan dengan naik mobil. Sang Ayah berkata: "Didit, Deden apa kalian sudah siap?!" mereka menjawab: "Iyaa sudah yaah! Ayo berangkat!" Dan mereka semua pun bergegas menuju mobil lalu segera tancap gas dan berangkat. Ayahnya sambil berteriak: "Let's gooooo! kita happy happy nichhh!!" Satu mobil berteriak: "YUHUUUU!!!! KITA KE PUNCAAAAAK!!"

Selama diperjalanan keluarga ini begitu sangat harmonis dan selalu kompak, dimana ada satu yang berteriak maka semua berteriak. Ada satu yang pipis di jalan, maka semuanya ikut. Dan bahkan ada satu yang kekenyangan lalu muntah, semuanya juga ikut. :v. Berbagai macam rintangan mereka lalui semua, ada yang kebelet pipis, lapar di jalan, capek dijalan, dan bahkan leha-leha dijalan sehingga harus keluar dari mobil untuk tertawa bersama. 

Ketika 3 jam lebih mereka sudah memasuki kawasan puncak, jalan yang banyak sekali lika likunya mereka lewati bersama. Sambil Ayahnya menyetir, semuanya pada tergila-gila dengan puncak. "Puncak puncak puncaaaaaaak uhuuuuy!!! auououuooooo!!" 

Tak peduli orang yang melihatnya ingin bilang apa terhadap keluarga ini. Yang penting mereka merasa enjoy dan sangat puas bisa pergi refreshing ke tempat yang diinginkan. Di perjalanan mereka melihat orang jualan, rumah makan, kebun teh, dan semuanya mereka bilang kepada orang-orang diluar: 

"WEEEEY!!! PEOPLE IN PUNCAK! KITA SENENG NIIH BISA KEMARI!! AHAAAAY!" 

Banyak sekali orang-orang yang melihat kelakuan keluarga ini. Terutama Didit dan Deden, dialah yang paling heboh. Sementara Ibu dan Ayah mereka tidak berani karena sudah tidak sepantasnya mereka seperti itu sebagai orang dewasa. Maklum, Didit dan Deden masih sekolah dibangku SD. Mereka sangat energik dan super heboh. Yaa namanya juga anak-anak :v.

Disaat mereka sedang heboh-hebohnya, Ayahnya memberhentikan mobilnya di sebuah tempat makan mie ayam. Didit dan Deden berkata: "Loh yah, kok kita berhenti disini??"  Ayah menjawab: "Iyaa Dit, Den kan mau makan di mie ayam khas Puncak. Ayah sama Ibu lagi kepengen banget nih". Ibu juga berkata: "Iyaa bener tuh kata Ayah. Kami lagi pengen. Kamu mau??". Serentak mereka menjawab: "Boleh dehh!!"

Mie ayam dipesan sebanyak 4 porsi untuk mereka berempat. Mereka semua menyantapnya dengan lahap, apalagi sang Ayah dan Ibu yang sedang kepingin sekali makan mie ayam khas Puncak. Benar-benar dinikmati sampai habis tak ada sisa sedikitpun. Sambil menyantap, mereka bercanda bersama dan tertawa bersama. Benar-benar keluarga yang harmonis. 

Setelah satu jam mereka berada di tempat makan mie ayam itu, segeralah pergi untuk lanjutkan perjalanan. Ayah berkata: "Naaah ayo deh kita balik lagi pulang ke Jakarta". Didit dan Deden heran dan menjawab: "Hah?!! Pulang yah?! Kan kita belum ke puncak???" Ayah dan Ibu menjawab serentak:

"HAHAHA Iyaaa kan ini udah di Puncak, orang kami cuma mau nyobain MIE AYAM KHAS PUNCAK doang kok! Lagi tenar di tivi tivi!!"

Didit dan Deden serentak pula menjawab: "JIAAAH!! BUJUG DAAAH LAH KOCAK INI AYAH SAMA IBU" 

Ternyata Ayah dan Ibu mereka yang ingin ke Puncak hanya ingin mencoba Mie ayam khas puncak karena iklan di televisi. Waduhh jauh amat sampai ke puncak segala makan mie ayam. :v :v.