Mohon tunggu...
Edukasi

Kegiatan Sosialisasi mengenai "Korupsi"

7 Mei 2019   00:28 Diperbarui: 7 Mei 2019   01:05 0 1 0 Mohon Tunggu...
Kegiatan Sosialisasi mengenai "Korupsi"
Dokpri

Korupsi sudah menjadi fenomena yang banyak ditemui dalam permasalahan negeri ini. Hal ini bertentangan dengan nilai-nilai pancasila. Dalam sekolah, tidak jarang kita menemukan tindakan-tindakan yang koruptif yang dapat merusak nilai karakter dan mengikis moral bangsa yang telah terbentuk sejak lama dapat dilihat dari segi kehidupan sosial yaitu terkikisnya budaya malu. 

Nilai-nilai Pendidikan Anti Korupsi sudah dimasukkan ke dalam mata pelajaran, hal tersebut dilakukan supaya mahasiswa memahami tindakan antikorupsi dan cara penanganan ketika adanya perbuatan korupsi di sebuah instansi. Hal tersebut dilakukan dengan harapan akan menjadi senjata paling ampuh untuk mencegah terjadinya praktik korupsi di masa yang akan datang.

Pada kesempatan yang telah diberikan kali ini, kami mahasiswi dari Universitas Internasional Batam (UIB) melakukan kegiatan sosialisasi mengenai "Korupsi" untuk ikut ambil bagian dalam tindakan menanamkan sikap anti korupsi kepada masyarakat sekitar. Dengan kegiatan sosialisasi yang kami lakukan ini, kami mengharapkan masyarakat mengerti apa arti korupsi, jenis-jenisnya dan dampak negatif yang ditimbulkan, sehingga masyarakat akan mengerti dan menghindari "korupsi" dalam kegiatan sehari-hari.

Kami mengadakan sosialisasi dengan beberapa orang dari organisasi gereja, disana kami menjelaskan melalui presentasi, yang berisi pengertian korupsi, jenis -- jenis korupsi, dampak yang ditimbulkan dari korupsi, dan cara untuk mencegah perbuatan negatif tersebut.

Korupsi yang umumnya kita ketahui adalah korupsi ekonomi (uang), tetapi disamping itu, terdapat berbagai jenis korupsi yang lain yaitu, korupsi ilmu pengetahuan, korupsi politik, korupsi materill dan korupsi hati nurani. Kita dapat menemukan perbuatan tersebut di kegiatan sehari-hari kita contohnya tidak tepat waktu, menyogok dengan menggunakan uang (materill), menyontek, dan masih banyak lagi.

Agar generasi muda bangsa mampu mengontrol dirinya untuk tidak melakukan korupsi, ada 9 nilai integritas yang harus ditanamkan dalam diri masing-masing sejak dini. Nilai integritas nya yakni, kejujuran, kesederhanaan, kegigihan, keberanian, rasa tanggung jawab, kedisiplinan, keadilan, kepedulian, dan kerja sama. Selain baik untuk karakter diri, dengan menanamkan beberapa nilai tersebut dalam diri kita sendiri, kita sudah mengambil bagian untuk mencegah terjadinya korupsi di lingkungan sekitar kita dan di masa yang akan datang.

Apabila suatu negara dipenuhi dengan korupsi, maka akan mengakibatkan rakyat yang cuek, tidak tertarik, atau mudah dibohongi, rakyat yang tidak disiplin waktu, tidak bertanggung jawab dan bahkan bisa menyebabkan seseorang menjadi sampah masyarakat.

Dokpri
Dokpri
Di kegiatan sosialisasi ini, kami tidak hanya memberikan penjelasan kepada masyarakat. Untuk lebih menarik perhatian, kami juga telah menyiapkan games dan snack yang akan dibagikan nantinya kepada pemenang games. 

Dalam permainannya, kami menggunakan sarana aplikasi "Kahoot", dimana masyarakat dapat mengakses aplikasi ini dengan mudah dan cara untuk mengikutinya juga mudah, yaitu dengan memasukkan kode game room yang telah kami buat. 3 Peserta dengan nilai tertinggi nantinya, menjadi pemenang dan akan mendapatkan hadiah snack yang telah kami siapkan.

Selain itu, kami juga meminta pendapat dari beberapa peserta mengenai apa itu korupsi menurutnya, dan upaya apa yang akan dilakukan untuk mencegah terjadinya korupsi dalam diri ia sendiri.

"Menurut saya, korupsi adalah kegiatan mencuri uang Negara untuk kepentingannya sendiri, dengan kata lain egois untuk memenuhi nafsu. Untuk mencegah terjadinya korupsi, diperlukan kesadaran masing-masing orang, karena itu dibutuhkan penanaman nilai moral dan karakter anak yang anti-koruptif dari kecil. Negara kita tidak akan maju jika dipenuhi oleh koruptor-koruptor, karena itu saya sangat setuju dengan kegiatan ini karena sangat bagus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai korupsi. Say No To Korupsi!"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2