Mohon tunggu...
Travel Pilihan

Sigale-Gale, Boneka Misterius dari Samosir

8 Desember 2018   08:37 Diperbarui: 8 Desember 2018   11:12 0 0 0 Mohon Tunggu...
Sigale-Gale, Boneka Misterius dari Samosir
Src : Kumparan

Pulau Samosir adalah pulau indah yang dikeliling oleh Danau Toba. Danau yang terbentuk dari erupsi letusan supervolcano sekitar 69.000-77.000 tahun yang lalu ini, terletak di tengah pulau Sumatra bagian utara. Pulau Samosir memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Tidak hanya karena sejarahnya yang unik, namun juga karena kebudayaannya yang sangat khas di mata masyarakat luas. 

Banyak sekali atraksi wisata yang dapat dikunjungi, dari batu gantung, pantai pasir putih, air terjun, dll. Salah satu daerah wisata yang menarik di pulau Samosir adalah desa wisata Tomok. Di dalam desa wisata Tomok, ada berbagai macam cagar budaya yang dapat dikunjungi, seperti museum batak samosir, sigale-gale, makam Raja Sidabutar, batu persidangan Sialagan dan museum huta bolon simanindo. 

Tapi diantara berbagai cagar budaya, Sigale-gale merupakan destinasi yang paling mengundang perhatian. Hal ini dikarenakan pertunjukan dan kisahnya yang unik.

Sigale-gale merupakan sebuah patung kayu yang diukir seperti manusia seukuran orang dewasa, lengkap dengan baju adat dan ulos. Sigale Gale berasal dari kata "gale" artinya lemah, lesu, lunglai. Dahulu, Sigale-gale digunakan saat pertunjukan tari saat ritual penguburan mayat suku Batak di Pulau Samosir. Sudah menjadi tradisi, apabila seorang batak meninggal tanpa keturunan, maka sigale-gale dibuat sebagai penggantinya. 

Upacara tersebut dilakukan untuk mengusir petaka meninggal tanpa keturunan dan untuk menenangkan roh agar tidak penasaran. Pada masa sekarang, setelah agama Kristen semakin mendalam di kalangan masyarakat, mereka mulai meninggalkan upacara Sigale-gale. Menurut mereka, upacara Sigale-gale adalah suatu upacara yang didasarkan pada kepercayaan terhadap roh dari orang yang sudah meninggal.

Meski begitu pertunjukan Sigale-gale masih dimainkan dari dulu hingga sekarang. Sigale-gale memiliki banyak cerita turun-temurun. Legenda bercerita bahwa dahulu kala, ada seorang anak bernama Manggale yang pergi berperang melawan musuh di perbatasan. Sayangnya, Manggale gugur dalam perang tersebut dan jasadnya tidak ditemukan. Mendengar hal tersebut ayahnya, Raja Rahat, sangat sedih hingga jatuh sakit. 

Para menteri dan datu berusaha untuk menghibur sang raja. Akhirnya mereka meminta dukun untuk membuatkan patung yang mirip dengan Manggale. Patung tersebut dipakaikan pakaian dan ulos terbaik. Lalu mereka memasukan roh Manggale ke dalam patung tersebut dengan meniup sordam dan memainkan gondang sabangunan untuk memanggil roh Manggale agar boneka tersebut terasa hidup.

Karena patung tersebut sangat mirip dengan anaknya, raja yang sakit pun berangsur-angsur pulih. Setiap kali raja merindukan putranya, mereka akan mengadakan ritual agar roh sang anak dapat masuk ke dalam patung tersebut dan menari tor tor dengannya. Masyarakat pun ikut menari tor tor dengan patung tersebut. Sejak saat itu masyarakat memberi nama patung tersebut Sigale-gale yang diambil dari nama Manggale.

Sejak itu, pertunjukan Sigale-gale menjadi pertunjukan khas masyarakat Samosir. Biasanya pertunjukan dilakukan selama 1 jam dengan penonton ikut menari tor tor dengan patung tersebut. Hanya saja pertunjukan Sigale-gale pada masa sekarang sudah tidak menggunakan roh lagi. Patung yang dipertunjukan digerakan oleh dalang dengan menggunakan tali tersembunyi yang menghubungkan bagian-bagian patung tersebut dengan podium kayu tempat patung tersebut berdiri.

Salah satu syarat untuk ikut menari dengan Sigale-gale adalah kita harus menggunakan ulos dan juga ikat kepala yang dinamakan sortali. Umumnya ulos dan sortali sudah disediakan untuk dipinjam.Tarian akan ditutup dengan meneriakan horas sebanyak tiga kali.

VIDEO PILIHAN