Mohon tunggu...
angky dwinanda
angky dwinanda Mohon Tunggu... female laugher

me as i'am

Selanjutnya

Tutup

Digital

Pentingan Mana, Televisi yang Klasik atau Teknologi Digital yang Modern?

14 Agustus 2019   11:12 Diperbarui: 14 Agustus 2019   11:29 0 0 0 Mohon Tunggu...

Era digital seperti saat ini, sangat dipahami oleh sebagian generasi terdahulu sampai generasi terbaru, dan merpakan suatu hal yang tidak bisa dielakan lagi, sehingga jaman pun turut berubah dari era konvensional mejnadi era digital, seperti apakah era digital yang dimaksud? seperti kita ketahui bersama, era digital tersebut dicirikan dengan digunakannya teknologi digital sebagai sarana dan prasarana dalam beraktifitas.

Mulai dari teknologi gawai, teknologi elelektrik didalam rumah yang bisa diekendalikan dari gawai, teknologi transportasi, dengan adanya kendaraan otomatis mulai dari kendaraan umum sampai kendaraan pribadi, transportasi online, teknologi komunikasi digital (email dan telegram), teknologi belanja online, dll, perkembangan era digital yang begitu cepat sehingga membuat para penggunanya dapat pula cepat berdaptasi.

Memang banyak hal yang perlu dirayakan dalam perkembangan digital sekarang ini, karena dapat turut mempermudah aktifitas keseharian kita, namun saking banyaknya teknlogi digital bersileweran disekitar kita, membuat kita harus mencermati pula, terutama nih yang meyangkut teknologi yang langsung mempengaruhi kita.

Seperti informasi via teknologi digital, saking cepat dan mudahnya kita memperoleh akses informasi digital tersebut, kita sampai melupakan, konten-konten digital yang memang benar adanya maupun konten-konten digital yang hanya berupa persepsi dan opini.

Lalu, apakah konten digital dapat melupakan teknologi terdahulu seperti televisi dan radio?, yang notabene adalah telah lulus dalam penyampaian informasinya ke masyarakat, karena telah mempunyai aturan dari komisi penyiaran Indonesia (KPI), dan telah mempunyai tatacara penyiaran, beda dengan konten yang disampaikan via teknologi digital.

Sepertinya tidak dapat dilupakan deh, walaupun rata-rata teknologi digital memang belum ada aturan bakunya, sehingga terkadang masih lolos dari sensor KPI, walaupun informasi memang harus secara gamblang disajikan guna memahami arti sesungguhnya.

Merespon reaksi masyarakat terhadap KPI yang akan mengketatkan dan mengawasi konten digital yang ada, dengan intens, tanpa menitikberatkan sensor dan perhatiannya pada teknologi penyiaran seperti televisi, dipandang kurang wajar oleh sebagian pihak, karena dianggap bukan masalah berat, ada benarnya juga sih.

Walaupun teknologi gawai digital diakses oleh sebagian besar masyarakat dunia, tetapi akses tersebut masih dalam kewajaran, karena yang dapat mengakses teknologi gawai digital, adalah orang-orang dewasa.

Walaupun ada anak-anak tetapi, hal tersebut masih diperlukan ijin dan akses via orang tuanya, sehingga orang-orang dewasa tersebut sudah dapat memilah-milah konten yang ada.

Lain halnya, dengan teknologi televisi, semua pihak tidak hanya orang dewasa secara umum saja yang dapat mengaksesnya, karena memang televisi teknologi termudah yang dapat dijangkau dan tidak tergantung quota data, hanya diperlukan sambungan listrik ataupun panel energi lainnya untuk bisa menontonya. 

Walaupun aksesnya tidak sebanyak yang dijangkau oleh masyarakat yang mengakses teknologi digital. Sehingga menurut hemat saya, KPI lebih baik memperhatikan informasi yang masuk melalui televisi, dari mulai kontennya, sampai teknis jadwal penyiarannya, "back to basic" istilahnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x