angky dwinanda
angky dwinanda karyawan swasta

me as i'am

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Jangan Kemakan Gengsi Dounk

15 Februari 2018   14:04 Diperbarui: 15 Februari 2018   14:12 367 0 0

Gengsi? apaan sih itu? dilihat dari falsafah katanya, maka gengsi bermakna, malu. ya malu, tetapi bukan malu dalam arti sebenarnya, tetapi perilaku malu, karena tidak mengakui hal yang sebenarnya. contohnya, kita tahu nih, teman kita punya dvd film yang kita sudah lama cari, dan kita sebenernya ingin meminjam dvd  tersebut, tetapi karena ingin menjaga image, dan tidak ingin dibilang kita ingin nonton tetapi belum bisa, yang mungkin saja banyak hambatan dalam memperoleh dvd itu, maka itu bisa disebut gengsi, yang akan memainkan peranan selanjutnya.

Gengsi, adalah hal yang menurut sebagian orang penting, bisa juga karena tidak bisa menghargai hasil karya orang lain, contohnya, kita tahu dia mempunyai prestasi yang hebat, lalu kita memerlukan dia untuk suatu kepentingan, maka kita menahan untuk menyatakan keinginan tersebut, maka hal itu adalah gengsi. malahan terkadang situasi dibalik sama si gengsi ini supaya yang berprestasi memerlukan orang gengsi ini, supaya si berprestasi ini gak kelihatan hebat,dan nama kita menjadi tidak bagus, ini sebenernya bisa dibilang gak fair, biasanya ditemui di lingkungan kerja dan sekolah. padahal bisa saja kita minta tolong si berprestasi ini, karena memang dia yang bisa menolong kita, tetapi demi gengsi, kita tidak menyatakannya. Dan masalah bertambah pelik.

Kemakan gengsi istilahnya, entah ada motif atau tidak yang jelas gengsi merugikan si empunya keinginan tersebut, betapa tidak, seharusnya masalah atau hal lain yang istilahnya kita perlu bantuan orang lain, dan bisa diselesaikan saat itu juga, tetapi tertunda atau tidak selesai-selesai, karena gengsi. bukan salah pertolongan atau prestasi, karena setiap saat pertolongan dan prestasi untuk membantu kita selalu bisa bertindak, tetapi salahkan gengsi tersebut yang tidak kunjung padam dan akan berkelanjutan. dan gengsipun bisa meyebabkan salah persepsi, bagaimana bisa? tentu saja bisa, karena setiap tindak tanduk orang lain akan dipersepsikan beda oleh si gengsi, karena dia tidak pernah bertanya ataupun berkomunikasi dengan si empunya persepsi tersebut untuk menyamakan persepsi. Yang akibatnya, sudah pasti masalah berkepanjangan.

Bagaimana, masih mengandalkan gengsi?