angky dwinanda
angky dwinanda karyawan swasta

me as i'am

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Bagaimana Menyikapi Penyakit Ringan & Kritis?

13 Oktober 2017   07:36 Diperbarui: 13 Oktober 2017   07:39 187 0 0

Setiap hari, kondisi tubuh kita akan selalu berbeda, dengan asupan makanan dan nutrisi lainnya, tentunya akan membuat kondisi dan daya tuhan tubuh akan berubah-ubah terus setiap hari, ada kalanya kita akan pada titik yang dengan kondisi yang sangat fit, ada kalanya kita akan berada pada titik terendah, yang berarti kondisi tubuh kita akan menurun dan akan mulai menderita penyakit. Apabila kondisi tubuh kita dalam kondisi fit, kita akan merasa senang dan bahagia karena dapat beraktifitas normal dan berpikir maksimal, sedangkan apabila kondisi tubuh kita dalam kondisi kurang fit, maka kita akan mengalami lesu dan tidak berdaya untuk menjalani aktifitas sehari-hari.

Solusinya bagaimana? apabila kondisi kita masih dalam tahapan fit, hendaknya kita selalu menjaga kondisi tersebut dengan mengkonsumsi asupan bergizi yang sehat dan beraktifitas sehat dengan diselingi oleh waktu olahraga ringan, dan apabila kondisi kita sudah dalam tahapan tidak berdaya, tentunya kita akan mencari pengobatan untuk memulihkan kondisi kita semula. Yang menjadi masalah adalah, kalau ketidakberdayaan kita masih dalam tahapan ringan sampai sedang , kita masih bisa mencari pengobatan untuk memulihkannya, dan kalau ketidakberdayaan kita sudah dalam tahapan berat, maka kita akan mencari pengobatan kembali untuk memulihkannya juga, namun masalah kedua adalah, kondisi sakit tahapan berat tersebut atau istilahnya penyakit kritis, masih bisa diatasi atau tidak?.

Untuk pengobatan penyakit yang ringan-ringan saja istilahnya, tidak  sampai kritis saja, mungkin bisa kembali ke kondisi sampai 100% fit,  tergantung lagi dengan kondisi tubuh keseluruhan, tetapi masih bisa  dijangkau oleh pengobatan  yang bisa diusahakan dan masih bisa dijamin oleh perusahaan  asuransi, karena biaya penyakit ringan-ringan itupun terkadang  membutuhkan  biaya rawat inap yang besar pula.

Bagaimana dengan penyakit kritis? Menurut opini saya dan data-data yang ada, tahapan penyakit kritis tersebut, sangat membutuhkan harapan dan usaha yang besar dan banyak untuk memulihkannya kembali, ke kondisi tahapan yang lebih sehat, karena penyakit kritis tersebut rata-rata agak susah untuk kembali ke kondisi 100% fit, pengobatan memang perlu diusahakan, namun, jangan sampai mengambil tindakan pengobatan yang istilahnya lebay, optimis memang perlu, tetapi tidak perlu juga "over act" dengan mengutang sana-sini demi keinginan mencapai pengobatan "lebay" tersebut, karena akan menambah masalah kemudian hari, asuransi rawat inap untuk penyakit kritispun, bisa dibilang hanya terbatas sifatnya, karena terbatas hanya biaya rawat inap dan jenisnya pengobatan penyakit kritis saja, lalu bagaimana dengan kebutuhan  asupan-asupan bergizi seperti buah-buahan, sayur-sayuran, jenis-jenis suplemen, sarana transportasi untuk mencapai pengobatan, biaya penjaga pasien di rumah sakit, biaya hiburan serta biaya-biaya tak terduga yang muncul lainnya? malahan lebih besar biayanya bukan?

Untuk itu, menjaga kesehatan selalu sangatlah perlu, kita tidak tahu kapan penyakit akan muncul atau bahkan tidak muncul, mulailah makan-makanan bergizi, beraktifitas sehat, dan tindakan menyehatkan lainnya, karena kalau sudah sakit, bukan hanya penderitaan bagi penderitanya saja, tetapi juga untuk keluarganya dan koleganya dan juga rutinlah melakukan cek up kesehatan. Sehat itu bermula dari diri sendiri. Banyak Bersyukur dan berdoa akan turut menenangkan jiwa sehingga kondisi tubuh minimal pikiran akan senantiasa tenang menghadapi berbagai permasalahan yang ada.


Salam Sehat