Mohon tunggu...
Anfasa CholidatuzZuhro
Anfasa CholidatuzZuhro Mohon Tunggu... Mahasiswa Univeritas Jember

https://unej.ac.id/id/

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Perdagangan Internasional yang Terkait dengan Teori Sektor Basis Ekonomi

10 November 2019   18:28 Diperbarui: 10 November 2019   18:43 246 0 0 Mohon Tunggu...

Teori basis ekonomi yang dibagi menjadi 2 yaitu sektor basis dan non basis yang ditemukan oleh Robert Murray Haig pada tahun 1928 melalui penelitiannya terkait teori ini yang diterapkan pada penataan wilayah di New York.

Suatu sektor dapat dikatakan sebagai sektor basis ketika suatu melalui proses aktivitas dengan melakukan ekspor barang dengan membawakan kemakmuran dari luar dan sektor dikatakan Non -- basis apabila sektor tersebut hanya sebagai pendukung sektor basis. Total aktivitas ekonomi dari suatu sektor merupakan hasil dari penjumlahan ekonomi dari sektor basis di wilayah tersebut dengan ekonomi sektor non basisnya.

Pada sektor basis terbagi menjadi 3 asumsi ekonomi yaitu konsumsi dalam negeri yang terpenuhi melalui kebutuhan -- kebutuhan lokal yang ada, produksi suatu barang yang bersifat homogen dengan dimaksut adalah adalah produk yang diperjual belikan memiliki ciri khas tersendiri dari suatu wilayah tersebut serta memiliki kualitas yang sama dari beberapa daerah yang menjadi wilayah basis, serta produksi suatu barang yang bersifat konstan.

Dalam penentuan sektor tersebut merupakan sektor basis ataupun non basis terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan yaitu dengan metode judgement, melalui penilaian LQ yang menghasilkan nilai atau bobot wilayah serta metode shift -- share.

Berdasarkan UU Nomer 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah membuat daerah diindonesia harus bisa mengembangkan perekonomian di masing -- masing daerah. Hal itu tentunya memberikan kerja lebih untuk kepala daerah dalam proses pengembangannya. Nahh .. teori ekonomi basis ini juga dapat digunakan dalam pengembangan wilayah karena memiliki manfaat sebagai berikut

  • Sebagai penentu sektor basis ekonomi disuatu wilayah untuk menciptakan produk unggulan yang menjadi potensi wilayah tersebut
  • Keunggulan komparatif, dan
  • Keunggulan kompetitif
  • Keunggulan komparatif (Comparative Advantage) yang melibatkan peran pemerintah dalam perdagangan. Dalam definisi keunggulan komperatif yang dikemukakan oleh beberapa ahli ekonomi yang mengalami perdebatan sehingga menhasilkan pro -- kontra. Dalam teori ini Adam Smith mengatakan terkait konsep perdagangan bebas yang kemudian dikembangkan oleh David Ricardo pada tahun 1817, pada penelitiannya david mengungkapkan alasan utama yang mendorong perdagangan internasional adalah perbedaan keunggulan komparatif relatif antar Negara dalam menghasilkan suatu akomodasi. ¬†Teori ini melibatkan 2 negara yang melakukan perdagangan dengan adanya 2 barang (komoditi) yang diperdagangkan. Pada teori ini juga masing -- masing negara tentunya mempunya faktor produksi atau tenaga kerja dengan skala produksi yang bersifat constant return to scale.

  • Ada beberapa faktor yang harus dimiliki suatu negara agar dapat memenangkan dan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional yang dilakukannya, antara lain sebagai berikut.
  • Jumlah tenaga kerja yang relatif banya, karena tenaga kerja sangat penting guna melihat produktifitas suatu negara
  • Sumber Daya Alam yang melimpah (SDA)
  • Sumber modal yang besar, dalam melakukan perdagangan tentunya membutuhkan modal yang cukup besar apalagi jika perdagangan itu sudah berskala internasional. Karena cakupan wilayah juga semakin luas tentunya membutuhkan pendanaan yang besar juga.
  • Pemanfaatan teknologi serta kemampuan dan penguasaan IT
  • Potensi dasar domestik
  • Pengusaha yang digolongkan menjadi beberapa kategori yaitu pengusaha kecil, menengah dan koperasi besar
  • Agrobisnis yang mengandalkan lahan produktif

  • Seperti halnya pada study kasus terkait dalam upaya pengoptimalan keunggulan komperatif yang telah diterapkan di Indonesia dan negara tetangga Malaysia yang sama -- sama penghasil produk kopi dan timah terbesar. Karena indonesia mampu memproduksi kopi secara efisien dan dengan pendanaan yang murah, tetapi Indonesia tidak mampu memproduksi timah secara efisien dan murah. Begitu sebaliknya dengan negara Malaysia. Hal itu menyebabkan adanya keterkaitan negara serta menimbulkan perdagangan yang sangat menguntungkan apabila kedua negara tersebut saling berkonstribusi, karena Negara Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi kopi sedangkan Negara Malaysia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi timah.

  • Untuk ¬†menentukan sektor basis dan non basis di suatu wilayah tersebut perlu adanya analisa ekonomi sebagai pembukti. Hal itu juga didukung dengan adanya perhitungan LQ (Location Quotient). LQ merupakan metode sedrhana yang mampu menunjukkan kemampuan ekspor suatu sekto tertentu terhadap daerah yang lebih besar. Metode perhitungan LQ dibagi menjadi 2 yaitu statis yang hanya digunakan untuk mengestimasi perubahan sektor unggulan pada tahun tertentu saja dan dinamis yang mampu mengakomodasi perubahan struktur ekonomi wilayah dalam kurun waktu tertentu (Saharuddin,2006).

VIDEO PILIHAN