Mohon tunggu...
Anfasa CholidatuzZuhro
Anfasa CholidatuzZuhro Mohon Tunggu... Mahasiswa Univeritas Jember

https://unej.ac.id/id/

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Tepatkah Hutang Luar Negeri Menjadi Sumber Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur?

14 Juni 2019   17:35 Diperbarui: 14 Juni 2019   17:59 0 0 0 Mohon Tunggu...

 Negara Indonesia, suatu negara yang berkembang dalam sektor pembangunan negara. Dalam suatu pembangunan negara tentunya membutuhkan banyak sekali pendanaan yang akan digunakan. Lalu dari mana saja sumber pembiayaan itu? Ya, tentu banyak sumber pembiayaan negara yang digunakan untuk memajukan dan mengembangkan suatu infrastruktur negara.

Sumber pembiayaan pembangunan untuk negara sendiri digolongkan menjadi 2 yaitu sumber pembiayaan konvensional yang artinya sumber pembiayaan yang dihasilkan dari pemerintahan pusat misalnya APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara), APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah),pajak, retribusi dan masih banyak lagi. Lain halnya dengan sumber pembiayaan non-konvensional, yaitu suatu sumber pendanaan yang berasal dari gabungan antara pihak swasta,pemerintah dengan masyarakat yang bersangkutan, misalnya kerja sama antara pemerintah dengan swasta, swadaya masyarakat dan hutang luar negri.

Pada artikel ini saya akan memberikan penekanan terkait hutang luar negeri. Hutang luar negri itu sendiri dapat diatikan sebagai salah satu sumber pembiayaan negara yang wajib dibayar oleh pemerintahan pusat atau menjadi suatu kewajiban pemerintahan pusat yang dapat dinilai dengan uang berdasarkan perundang -- undangan nomor 1 tahun 2004.

Hutang tersebut diberikan kepada pemerintahan negara maju ataupun badan -- badan internasional yang khusus dibentuk untuk memberikan hutang semacamnya dengan kewajiban untuk mengembalikan pokok hutang dengan membayar bunga hutang tersebut. Pinjaman luar negeri itu dapat berasal dari World Bank, Asian Development Bank (ADB), Islamic Development Bank (IDB) dan kreditor bilateral (Jepang,Jerman,Perancis,dll). Dalam suatu pinjaman luar negeri tidak semerta -- merta meminjam kepada negara luar namun tentu ada misi tertentu yang direncanakan pemerintah pusat.

Lalu apakah hutang luar negeri menjadi sumber pembiayaan yang efektif dan tidak membahayakan suatu negara? Ya, seiring berjalannya waktu hutang luar negri menjadi salah satu sumber pembiayaan alternatif negara. Karena selain paling tepat dan mudah dalam membiayai serta menutupi suatu kekurangan modal pembangunan, hutang luar negeri ini juga terjamin sumber dananya karena dilaksanakan secara countinue (berkelanjutan). Namun seharusnya hutang luar negeri ini berguna untuk menciptakan dan meningkatkan suatu pertumbuhan ekonomi diatas kapasitas pertumbuhan ekonomi yang semestinya. Sehingga seharusnya diberikan penekanan terhadap dua hal yang perlu diperhatikan.

Hal itu ditekankan agar penggunaan hutang luar negeri ini bisa efektif, yaitu dengan cara mengarahkan suatu penggunaan hutang untuk membiayai investasi publik serta stok utang dan tidak boleh melebihi batas maksimum yang telah disepakati. Secara mikro, efektifitas hutang luar negeri bisa juga ditekankan pada kemampuan pelaksanaan proyek dalam mencapai suatu sasaran yang ingin dicapainya.  

Indonesia menjadikan hutang luar negeri ini sumber pendanaan untuk sebagai pembiayaan pembangunan yang produktif salah satunya adalah pembiayaan pembangunan infrastruktur. Namun apa yang akan terjadi jika pembangunan infrastruktur suatu negara terhambat akibat dari kurangnya suatu pendanaan? Ya tentu sangat tidak baik juga untuk negara karena pembangunan infrastruktur adalah salah satu prioritas utama pemerintahan dalam misi pembangunan.

Nufransa mengatakan bahwa "Utang pemerintah terutama untuk pembangunan infrastruktur yang selama ini masih ketinggalan bila dibanding dengan negara lain". Hal itu membuat pemerintah berlomba -- lomba untuk mengejar ketertinggalan itu. Namun sesuai dengan faktanya pembangunan infrastruktur sering kali terhambat, hal itu tentunya disebabkan karena kurang adanya kesiapan dalam proyek yang salah satunya kurang siapnya rencana anggaran program pembangunan infrastruktur. Padahal Indonesia memiliki banyak sekali sumber pembiayaan salah satunya dengan hutang luar negeri ini.

Sesuai dengan proyeksi jumlah anggaran yang akan dibutuhkan dalam program pembangunan ini di Indonesia pada tahun 2019 mencapai Rp. 4900 Triliun. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, mustahil sekali jika sejumlah uang sebesar itu hanya diperoleh dari APBN, tentunya harus ada campur tangan pihak swasta agar program pembangunan ini dapat terealisasi.

Dalam hal ini pemerintah juga tidak tinggal diam, pemerintah juga melakukan beberapa upaya untuk menutupi kekurangan dalam program pembangunan infrastruktur ini dan mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia. Pemerintahan tela rela untuk menambah hutang luar negeri sebanyak US$150 Juta atau sekitar 2 Triliun jika dirupiahkan. Namun dalam hutang luar negeri ini juga tentu memiliki dampak baik dan buruk bagi perekonomian Indonesia.

Jika hutang luar negeri ini stabil dalam pengelolahannya tentu membawa dampak baik dan menjadi sarana yang baik pula untuk meningkatkan roda perekonomian nasional, namun jika sebaliknya maka akan membawa dampak yang tidak baik pula untuk roda perekonomian nasional.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2