Mohon tunggu...
andy elkana
andy elkana Mohon Tunggu... Mahasiswa Tata Kelola Pemilu Batch IV

Mahasiswa Tata Kelola Pemilu Batch IV Universitas Sumatera Utara

Selanjutnya

Tutup

Politik

Pemilukada Karo 2020 Sepi Peminat

22 Juli 2019   19:39 Diperbarui: 22 Juli 2019   19:44 0 0 0 Mohon Tunggu...
Pemilukada Karo 2020 Sepi Peminat
Doc Foto SIB/Sonry Purba / NOMOR URUT: Tujuh pasangan calon Bupati Karo mencabut nomor urut. 

Pemilu serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang, merupakan pemilu serentak gelombang ke-empat yang dilakukan untuk kepala daerah hasil pemilihan bulan Desember 2015 yang lalu. Daftar yang sudah dirilis oleh KPU RI ada sejumlah 270 daerah yang akan mengikuti pemilu serentak dan salah satunya adalah Kabupaten Karo. Sepanjang dilaksanakannya Pemilukada serentak di Indonesia berdasarkan catatan di tahun 2015 jumlah daerah yang melaksanakan Pemilukada sebanyak 269 daerah, pada tahun 2017 pilkada serentak berjumlah 101 daerah dan di tahun 2018 ada 171 daerah yang ikut pilkada serentak. Dari data tersebut tercatat Pemilukada serentak Tahun 2020 adalah pemilu terbanyak sepanjang sejarah di Indonesia.

Kabupaten Karo merupakan daerah yang karakter pemilukadanya tidak kalah menarik untuk dikaji dan diteliti dibanding daerah-daerah lain yang ada di Indonesia, terkait pengalaman Pemilukada dengan jumlah 7 (tujuh) paslon yang ikut bertarung memperebutkan kursi Bupati dan wakil Bupati di Tanah Karo pada Pemilukada tahun 2015. Sebelum dilaksanakannya Pemilukada 2015 Kabupaten Karo juga mencatat sebuah sejarah dimana melalui Surat Keputusan (SK) Presiden Nomor 57/P Tahun 2014 tanggal 1 Juli 2014 Tentang Pemberhentian Bupati Karo Kena Ukur Karo Jambi Surbakti  masa jabatan 2011-2015 yang seharusnya berkahir di tahun 2016 ,dimana SK tersebut langsung ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Gejolak politik di Karo pada saat itu  berlangsung cukup lama di tengah-tengah masyarakat sampai pada saat penjatuhan putusan tersebut dilaksanakan dan diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho di ruang kerja Gubernur disaksikan Oleh Sekretaris Daerah Sumatera Utara Nurdin Lubis, Ketua DPRD Karo Efendi Sinukaban, Anggota Forum Komunikasi Daerah Karo, dan Beberapa Anggota DPRD karo yang hadir. Penyerahan SK pemberhentian tersebut sangat menarik perhatian publik karena langsung diterima oleh Bapak Kena Ukur Karo Jambi seperti yang diberitakan oleh media massa.

Gejolak politik yang berlangsung di Kabupaten Karo pada masa itu berlangsung cukup lama menimbukan pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat. Sebagian pemberitaan di media massa dan elektronik pada waktu itu menyebutkan bahwa situasi dan kondisi di masyarakat tidak lah kondusif sering terjadi aksi unjuk rasa. Selain situasi politik yang memanas juga erupsi sinabung yang berdampak kepada beberapa daerah di tanah karo yang juga merupakan latar belakang dari terbitnya hak angket usul pemberhentian Kena Ukur Karo Jambi yang menjabat Bupati Karo pada masa itu, selain pemberitaan terkait aksi unjuk rasa yang sedang berlangsung juga berita nasional tidak henti-hentinya memberitakan tentang erupsi sinabung yang rencananya dinaikakn statusnya menjadi bencana nasional, dan bukan hanya diberitakan di media nasional saja tetapi juga di media  Internasional.  Sehingga pelaksanaan tahapan pemilukada 2015 yang di mulai dari pertengahan tahun dan dilaksanakan pada bulan Desember 2015 masih di hantui dengan situasi memanas pasca lengsernya Bupati Karo..

Paska lengsernya Bupati Karo tersebut banyak pihak yang mengambil momen tersebut sebagai langkah atau peluang untuk mengambil bagian di pemilukada Tahun 2015, dapat dilihat dari jumlah peserta pemilukada yang tercatat ada sebanyak 7 (tujuh) paslon yang ikut bertarung, salah satu pesertanya adalah petahana yang merupakan Wakil Bupati Karo 2011-2016 Bapak Terkelin Brahmana berpasangan dengan Cory Sebayang yang juga sebagai pemenang pemilukada karo berdasarkan hasil keputusan KPU Karo, Terkelin Brahmana pada saat itu secara otomatis mengantikan jabatan Bupati Karo Kena Ukur Karo Jambi untuk meneruskan sisa kepemimpinananya yang berakhir pada tahun 2016. Adapun paslon yang ikut bertarung di Pemilukada Karo 2015 dan jumlah perolehan suaranya adalah sebagai berikut :

  • Heben Heser Ginting, A.Md, SE dan Drs. Ngadep Tarigan Perolehan Suara : 5.023 (2,77%) Jalur Perseorangan
  • Sudarto Sitepu dan Herman Purba Karo-karo, BA Perolehan suara 28.697 (15,83%) diusung oleh Partai PDI-P dan Partai Nasdem
  • Ir. Ramon Bangun, MBA dan Ir. Edi Ulian Ginting Perolehan Suara : 35.641 (19.66%) diusung oleh Partai PKPI dan Partai Hanura
  • Pt. Layari Sinukaban, S.Ip dan Dk . Ramlan Tarigan, S.sos Perolehan Suara : 31.424 (17,34%) diusung oleh Partai PAN dan Partai Demokrat
  • Cuaca Bangun, SE. Ak,M.Si,SH,MH,CLA dan David Ginting Manik,SE Perolehan Suara : 11.465 (6,33%) Jalur Perseorangan
  • Terkelin Brahmana,SH dan Cory Sriwati Sebayang Perolehan Suara : 44.722 (24,67%) diusung  oleh Partai Golkar dan Partai Gerindra
  • Bangkit Sitepu dan Drs. Simon Sembiring Perolehan Suara : 24.282 (13.40%) Jalur Perseorangan

Dengan hadirnya 3 (tiga) paslon yang memilih jalur independen yang bertarung tersebut menjadi catatan sejarah yang menarik, banyaknya jumlah calon Bupati dan Wakil Bupati pada saat itu berpengaruh kepada meningkatnya partisipasi pemilih di masyarakat. Selain masyarakat yang butuh sosok percepatan pembangunan karo ada 3 (tiga) faktor yang mempengaruhi munculnya paslon yang menggunakan jalur perseorangan menurut penulis  yaitu Pertama pelembagaan parpol yang lemah, Kedua faktor proses rekrutmen parpol yang eksklusif dan sentralistis dan Ketiga adalah  faktor sirkulasi elit politik lokal.  ketidakpuasan terhadap pelayanan publik dan pelayanan sipil yang diberikan bupati sebelumnya juga merupakan faktor yang sangat memungkinkan munculnya pasangan calon independen pada waktu itu.

Doc Foto SIB/Alexander Hr Ginting / NOMOR 6: Pasangan calon Bupati Terkelin Brahmana SH didampingi calon Wakil Bupati Cory Sriwati Br Sebayang menunjukkan angka 6 sebagai nomor urut pada Pilkada Karo 9 Desember 2015. 
Doc Foto SIB/Alexander Hr Ginting / NOMOR 6: Pasangan calon Bupati Terkelin Brahmana SH didampingi calon Wakil Bupati Cory Sriwati Br Sebayang menunjukkan angka 6 sebagai nomor urut pada Pilkada Karo 9 Desember 2015. 
Pemilukada tahun 2020 menjadi menarik apakah akan muncul lebih banyak paslon yang akan bertarung dari pemilukada 2015 yang lalu, baik dari jalur partai maupun jalur perseorangan? Sampai saat ini belum ada tercatat atau pun dari media Tokoh Karo yang sudah mendeklarasikan dirinya untuk ikut bertarung di pemilukada Karo Tahun 2020 sedangkan tahapan pemilukada akan dimulai pada bulan september 2019 sebagai momentum setahun persiapan pemilukada serentak oleh KPU RI. Pesta Demokrasi yang akan berlangsung di Karo pada tahun 2020 merupakan bentuk kedaulatan rakyat karo untuk menentukan pemimpin yang akan membawa Kabupaten Karo lebih baik lagi kedepannya.

Untuk maju sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati harus memiliki modalitas Politik dalam menentukan keberhasilan pasangan calon yaitu Pertama Modal Politik (Political Capital), Kedua Modal Sosial (Sosial Capital) dan Ketiga adalah Modal Ekonomi (Ekonomical Capital).

Ketiga modal ini adalah syarat utama untuk maju dalam kontestasi Pemilukada, jika tidak memiliki salah satu saja dari ketiga syarat tersebut maka sebaiknya niat untuk maju sebagai kontestan pemilu perlu di pertimbangkan, apa lagi tidak memiliki ketiga syarat tersebut. Semoga untuk Pemilukada Karo nantinya dalam waktu dekat segera muncul nama-nama yang akan bertarung, selain memiliki 3 syarat tersebut diatas pastinya paslon tersebut harus memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, berintegritas, jujur, berani dan mampu membawa karo menjadi salah satu kabupaten yang terbaik di Indonesia.

Semoga Pemilukada di Karo yang dilaksankan pada tahun 2020 tidak sepi peminat, dan tidak melawan Kotak Kosong.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x