Mohon tunggu...
Muhammad Andy Dava
Muhammad Andy Dava Mohon Tunggu... Mahasiswa Partikelir Timur Jawa Dwipa Penikmat Sejarah, Politik, Filsafat, Kopi, dan Alkohol Lokal

Amorfati Ego Fatum

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Mengenal Secara Singkat Masyarakat Samin di Jawa Timur

17 September 2020   13:50 Diperbarui: 17 September 2020   16:08 13 1 0 Mohon Tunggu...

 Jawa Timur memiliki ragam corak dan karakteristik masyarakat yang kompleks, dimana setiap daerah memiliki ciri masyarakat yang khas mengidentifikasi diri mereka melalui kebudayaannya.

Masyarakat Samin juga merupakan salah satu kelompok masyarakat di Jawa Timur yang tinggal di daerah sekitar Kabupaten Bojonegoro

Masyarakat Samin dikenal sebagai suatu masyarakat yang menganut kepercayaan Saminisme, ajaran ini merupakan paham yang berasal dari seorang tokoh bernama Samin Surosentiko(1859-1914) atau yang dikenal dengan sebutan Raden Kohar yang merupakan anak dari Raden Surowidjojo, yang berasal dari Klopodhuwur Blora.

Secara etimologi sendiri Saminisme merupakan suatu akronim dari “Sami Sami Amin” Surowidjojo merupakan anak seorang Bupati yang meninggalkan kehidupannya sebagai seorang bangsawan dan mendirikan suatu kelompok masyarakat yang menentang Kolonial Belanda yang dikenal dengan nama “Tiyang Sami Amin” dan anggotannya dilatih ilmu beladiri kanuragan, olah budi dan strategi bertempur, yang kemudian diteruskan oleh anaknya  Raden Kohar. 

Ajaran Saminisme sendiri merupakan suatu reaksi terhadap pemerintah Kolonial Belanda pada masa itu dimana mereka menganggap bahwa pemerintahan dengan kesewenang-wenangannya merugikan masyarakat bumiputra.

Mereka menentang Pemerintahan Kolonial tidak dengan cara fisik atau kekerasan, melainkan dengan cara tidak mau menaati segala peraturan dan kewajiban yang ada termasuk dengan cara tidak membayar pajak terhadap Pemerintahan Kolonial. Pada saat itu telah diberlakukan sistem liberalisasi agraria yang berimplikasi pada swastanisasi tanah di daerah tersebut hal ini membuat Raden Kohar menentang kebijakan tersebut. 

Orang Samin sendiri lebih gemar disebut sebagai orang sikep atau sedulur sikep, karena pemaknaan samin sendiri sering dianggap sebagai orang yang kurang terpuji, dan wong sikep memiliki arti orang yang bertanggungjawab.

Ajaran Samin mempunyai tujuan untuk membentuk manusia Jawata atau manusia yang sempurna. Untuk menjadi manusia yang sempurna terlebih dahulu harus menjadi orang sikep. Sikep juga diartikan sebagai sikap atau perbuatan yang harus sesuai dengan kata-kata yang diucapkan. Hal-hal yang tercermin dalam ajarannya yaitu:

1. Jujur marang awake dhewe, artinya jujur pada diri sendiri (tidak berbohong).

2. Sing dititeni wong iku rak unine, artinya yang dipercaya orang itu adalah ucapannya.

3. Sing perlu rak isine dudu njabane, artinya yang terpenting adalah batin seseorang bukan lahirnya saja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN