Mohon tunggu...
Andy Caesar Shidqi
Andy Caesar Shidqi Mohon Tunggu... pulangpulangpagi

Menuju Waktu Yang Akan Datang

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Punah

22 Agustus 2020   12:10 Diperbarui: 7 Oktober 2020   10:24 29 8 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Punah
Wallpaperflare

Rambut hitam terurai menjatuhi bahunya, hampir-hampir menyentuh bangku yang ia duduki. Disampingnya jendela tepat langsung memandang ke luar gedung perpustakaan. 

Jalan basah menyimpan kemurungan langit sore kelabu yang sesekali menitikan air. Lalu-lalang kendaraan sesekali mencuri perhatiannya. Pekerja bangunan masih merapihkan sisa kerja yang akan ditundanya hingga hujan kembali reda.

Matanya memandang tajam ke luar jendela tepat ke seberang trotoar yang sangat familiar dalam ingatannya. Rasanya seperti baru kemarin sore ia melangkah dari tempat itu menuju rumah saudaranya, tempat menetap sementara waktu untuk keperluan studinya di kota yang sangat hangat dan selalu dirindukan oleh siapa saja yang pernah singgah di kota ini.

Hawa itu belum hilang, aromanya masih menempel di lubang hidung kiri, tempat ia menggantungkan aroma khas lelaki yang tidak pernah mengantarnya pulang karena ia tidak pernah tau jalan pulang setelah hari itu.

Lelaki itu memang tak akan pernah pulang, tak akan pernah kembali karena lelaki itu telah terjebak dalam sebuah buku. Lelaki itu telah menjadi sejarah, telah menjadi artefak dalam bentuk yang paling abstrak, kata mati. Mati kata. Mati. 

Dalam beberapa detik lelaki itu akan terbang melayang-layang tanpa beban, tanpa muatan, ringan seringan partikel, ringan seringan dari sesuatu yang paling ringan di bumi. 

Lelaki itu akan punah. Bahkan tidak akan tercatat dalam buku sejarah manapun yang ada di muka bumi. Ya, punah, setelah batang korek api disulut gadis itu pada kertas terakhir.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
22 Agustus 2020