Mohon tunggu...
Andy Caesar Shidqi
Andy Caesar Shidqi Mohon Tunggu... pulangpulangpagi

Menuju Waktu Yang Akan Datang

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Errorist of Seasons: Bencana yang Sebenarnya

14 Agustus 2020   11:24 Diperbarui: 15 Agustus 2020   05:05 45 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Errorist of Seasons: Bencana yang Sebenarnya
cinemapoetica

Problematika yang rentan dikalangan para buruh ialah pemutusan hubungan kerja. Dalam berbagai alasan, pihak yang paling dirugikan tentunya, pihak buruh itu sendiri. Permasalahan buruh tidak pernah ada habisnya untuk dibahas dan dikupas dalam berbagai macam sudut pandang.

Tema ini yang coba diangkat oleh Rein Maychaelson dalam film pendeknya berdurasi 26 menit, Errorist of Season, sebuah komedi yang memenangkan Viddsee Juree Awards Indonesia, tahun 2018.

Artistik Khas 70-an Yang Dominan

Rein mencoba mengajak para penontonnya bernostalgia untuk kembali ke masa 70-an. Ornamen-ornamen artiskik di sebagian film pun sangatlah 70-an. Mulai dari Vespa Super tahun 70-an yang digunakan Pulung saat menjemput anaknya di awal cerita. Gaun yang digunakan istri Pulung saat pulang dari tempat kerja, dekorasi ruangan tempatnya bekerja, hingga penggunaan font-font khas 70-an di beberapa setting tempat.

Kuatnya warna-warna pastel di beberapa setting tempat dalam beberapa scene semakin menguatkan efek 70-an yang disentuh film ini. Tidak terkesan mengada-ngada, potongan-potongan khas pop culture 70-an malahan terasa dalam komposisi yang pas dan menambah manis setting tempat yang dibuat.

IMDB
IMDB

Bencana datang dua kali

Bencana pertama datang ketika hari itu Pulung dan Hardi, temannya, kena pemutusan hubungan kerja di tempat kerjanya sebagai buruh jahit. Alasan harga bahan baku yang naik mendorong perusahaan menyiasati hal itu dengan mementingkan hal-hal yang esensial, tukas bos mereka pada mereka yang dibalas dengan penekanan kata "Sial."

Uang pesangon pun diterima mereka berdua. Dalam adegan ini, Pulung dan Hardi terlihat murung mengajak penonton merasakan kebingungan yang nyata. Apalagi sesaat sebelumnya, saat Pulung menjemput anaknya, anaknya berpesan bahwa ia membutuhkan bayaran sekolah karena mau ujian. Bayang-bayang itu senantiasa menghantui.  

Secara tiba-tiba, Hardi memiliki ide cemerlang yang sebenarya burur karena memanfaatkan kesusahan orang untuk mendapatkan keuntungan. Sebuah jalan pintas menjadi kaya dengan meng-"investasikan" uang pesangon mereka dengan menjual jasa ojek perahu pada warga terdampak banjir tahunan di daerah tertentu. Investasi yang terburu-buru ini menggambarkan bagaimana kemalangan hidup itu berpihak pada buruh, tuntutan ekonomi, memaksa mereka bertindak cepat. Bahkan memilih jalan pintas yang kadang tanpa perhitungan matang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x