Mohon tunggu...
andry natawijaya
andry natawijaya Mohon Tunggu... apa yang kutulis tetap tertulis..

menulis di udara..........

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Artikel Utama

Menatap Strategi Bisnis Usai Pandemi

25 Maret 2021   07:30 Diperbarui: 25 Maret 2021   10:13 953 27 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menatap Strategi Bisnis Usai Pandemi
Ilustrasi menerapkan strategi bisnis untuk bisa bertahan seusai pandemi.| Sumber: Shutterstock via Kompas.com

Ternyata menurut Philippa Laly, seorang ahli psikologi kesehatan di Universitas College London, perubahan perilaku seseorang sehingga terbiasa sepenuhnya dengan suatu kebiasaan baru membutuhkan waktu paling sedikitnya sekitar 66 hari dan paling lama hingga 254 hari. 

Masuk akal, karena mengubah perilaku seseorang sejatinya tidaklah semudah mengedipkan kelopak mata.

Jika ada teori populer mengungkapkan bahwa seseorang akan terbiasa melakukan kebiasaan baru dalam waktu 21 hari, mungkin perlu dikaji kembali sejauh apa kebiasaan baru tersebut dilakukan, bisa jadi untuk kebiasaan sepele, sedangkan perilaku secara utuh sudah pasti akan memakan waktu lebih lama.

Lantas bagaimana dampak pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung 1 tahun terhadap perilaku konsumen? 

Berkaca pada kondisi selama kurun waktu 1 tahun ke belakang nampaknya para pelaku bisnis harus kembali memikirkan dan mengambil ancang-ancang penerapan strategi usai pandemi.

Dampak langsung pandemi sudah jelas, kegiatan manusia dibatasi, sebisa mungkin pergerakan dan kerumunan manusia dicegah. Himbauan tinggal di rumah sampai karantina diberlakukan, ketika banyak manusia harus diam di rumah, perilaku konsumen terhadap kebiasaan konsumsi barang dan jasa sudah tentu akan terpengaruh.

Konsumen merespon kondisi pandemi dengan perubahan perilaku, mulai dari lokasi tempat kerja yang biasanya di kantor menjadi di rumah, hingga aktivitas mengisi waktu luang. Di saat seseorang mengisi waktu pasti ada barang atau jasa yang digunakan.

Ilustrasi: Aktivitas usaha sesuai pandemi (unido.org)
Ilustrasi: Aktivitas usaha sesuai pandemi (unido.org)
Lantas bagaimana seharusnya bisnis dapat tetap bersaing usai pandemi? 

Sementara perilaku konsumen terlanjur berubah. Biang kerok krisis setahun belakangan ini memang jelas, yaitu pandemi, tapi perlu disadari lagi bahwa sangat memungkinkan krisis yang terjadi membawa perubahan terhadap model bisnis. 

Hal yang sebelumnya menjadi keunggulan jangan-jangan sudah tidak lagi valid, malah menjadi titik lemah. Malahan mungkin aspek semasa pra pandemi dianggap kelemahan berbalik menjadi kekuatan bisnis.

Seperti judul lagu Gotthard, band rock asal Swiss, Everything Can Change. Segala sesuatu bisa berubah dan terjadilah krisis membawa perubahan, hal tidak terduga ternyata jadi kenyataan, perlu antisipasi lebih lanjut menyambut masa seusai pandemi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x