Mohon tunggu...
andry natawijaya
andry natawijaya Mohon Tunggu... Konsultan - apa yang kutulis tetap tertulis..

good.morningandry@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Bernostalgialah Maka Keuntungan Akan Datang

20 November 2019   22:02 Diperbarui: 22 November 2019   04:11 450
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Waktu tidak dapat diputar kembali, namun hasrat untuk mengulang masa silam sedikit terpuaskan karena adanya barang dan jasa yang disediakan melalui bisnis nostalgia.

Contoh sederhana adalah vinyl atau piringan hitam. Media untuk menikmati musik sebetulnya memang sudah mengalami evolusi dari piringan hitam, kaset, CD sampai ke era digital seperti saat ini. 

Namun pasar piringan hitam masih tetap hidup juga bertahan. Mungkin musik yang didengarkan masih sama, namun kepuasan batin antara seorang dengan lainnya tidak bisa disamakan.

Ilustrasi: weheartit.com
Ilustrasi: weheartit.com
Mendengarkan musik melalui perangkat digital dirasakan tidak senikmat jika didengarkan melalui piringan hitam. Karena tentu saja bentuknya dan alat pemutarnya membawa si pendengar menyelami kembali dalam ingatannya, ada nilai historis. Menarik.

Peluang Bisnis Nostalgia Menggiurkan dan Tetap Bertahan

Toko Oen terdapat di kota Malang dan Semarang. Kedua memiliki konsep bisnis sama, menyajikan masakan gaya tempo dulu, pengunjung dapat menikmati hidangan sekaligus menyaksikan arsitektur bangunan kuno. 

Untuk ukuran rasa makanan, itu relatif karena menyangkut selera, hanya jika ditinjau dari sisi harga, sudah pasti harga makanan di Toko Oen lebih mahal dibandingkan tempat makan biasa.

Yang dijual oleh Toko Oen adalah bukan sekadar makanan atau minuman, namun pengalaman akan masa lalu. Nostalgia. Kenangan indah, menyenangkan membangkitkan rasa rindu, hingga akhirnya pelanggan selalu ingin mengenang serta menikmatinya kembali.

Dan jangan dilupakan bahwa salah satu karakteristik pelanggan di segmen pasar seperti ini tidak terlalu memusingkan soal harga. Nilai lebih berupa kenangan dianggap sebagai harga lumrah jika pelanggan harus membayar lebih mahal. 

Tidak heran pula jika perusahaan besar sekelas Nokia, merilis telepon genggam kekinian dengan model klasik. Karena pasar ceruk tetap menarik dan menggiurkan.

Ilustrasi: euronics.cz
Ilustrasi: euronics.cz
Pelanggannya pun tidak terbatas pada orang tua dengan pengalaman hidup lebih lama, mengalami masa lalu, tetapi generasi lebih muda yang pernah mendengar kisah orang tua atau memiliki rasa penasaran terhadap hal-hal klasik dapat menjadi target pasar. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun