Mohon tunggu...
andry natawijaya
andry natawijaya Mohon Tunggu... Konsultan - apa yang kutulis tetap tertulis..

good.morningandry@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Hobby Artikel Utama

Pembahasan Sastra Klasik "Kisah Perjalanan ke Barat"

30 Agustus 2019   21:09 Diperbarui: 31 Agustus 2019   08:58 1055
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kera Sakti digambarkan sebagai karakter liar, keras kepala, temperamental namun cerdas. Berkat kesaktiannya Kera Sakti berhasil memiliki senjata berupa tongkat emas penyangga lautan dan membuat kekacauan di Istana Langit. Akibat ulahnya itu, Kera Sakti dihukum oleh Sang Budha selama 500 tahun di Gunung Lima Jari.

Ilustrasi: 24h.com.vn
Ilustrasi: 24h.com.vn
Titik balik perjalanan kisah Kera Sakti adalah karena peran dari Dewi Welas Asih yang memberikan kesempatan untuk bertobat dengan cara mengawal Pendeta Suci menuju ke barat. Kera Sakti adalah sosok dengan loyalitas atau kesetiaan yang tinggi.

Hal ini ditunjukan betapa Kera Sakti begitu mengasihi dan tetap berupaya menjadi murid yang baik walaupun Pendeta Guru member hukuman dan tidak begitu saja mempercayai pendapatnya.

Zhu Bajie (Sang Babi)
Sebetulnya tokoh ini sangat menarik. Latar belakangnya adalah seorang Perwira Langit yang sedang sial, karena mabuk kemudian menggoda Dewi Bulan sehingga dijatuhi hukuman dan apesnya lahir menjadi siluman babi.

Ilustrasi: theworldofchinese.com
Ilustrasi: theworldofchinese.com
Wu Cheng En menciptakan tokoh ini dengan sifat malas, sembrono serta sering tergoda oleh hal-hal duniawi, bertolak belakang dengan sifat Pendeta Suci. Sang Babi kerap kali dikerjai oleh Kera Sakti dan kedua tokoh ini sering berdebat dan saling mengejek. Pertikaian dan persahabat kedua tokoh ini cukup memberi warna humor dalam "Kisah Perjalanan Ke Barat".

Sang Babi sesungguhnya merupakan murid setia, tetapi karena kemalasan dan sifat buruknya terkadang membawa masalah dan kesulitan bagi Pendeta Suci dan rombongannya.

Sha Wujing (Pendeta Pasir)
Sebelum menjadi murid Pendeta Guru, Sha Wujing atau Pendeta Pasir merupakan Perwira Langit yang bertugas menjaga lentera, namun karena kecerobohannya dijatuhi hukuman turun ke dunia manusia. Pendeta Pasir memiliki sifat rajin, pekerja keras, polos namun kurang cerdas.

Ilustrasi: hero.fandom.com
Ilustrasi: hero.fandom.com
Pendeta Pasir memiliki peran sebagai penengah ketika Kera Sakti dan Sang Babi bertikai. Karena sikap rajinnya, Pendeta Suci sangat menyayangi Pendeta Pasir. Karakter Pendeta Pasir digambarkan sebagai sosok setia dan rela berkorban untuk rekannya, bahkan dalam suatu kisah, Pendeta Pasir rela menggantikan posisi Kera Sakti yang sedang dihukum Pendeta Suci.

Pangeran Naga Putih (Kuda Putih)
Tokoh ini tergolong jarang berinteraksi dalam "Kisah Perjalanan Ke Barat". Sesungguhnya murid ke empat Pendeta Suci ini adalah Pangeran Naga Putih yang menjadi pesakitan, kemudian dikurung di suatu danau. Karena Naga Putih memakan kuda Pendeta Suci di awal perjumpaan mereka, lantas sebagai hukumannya, Dewi Welas Asih meminta Naga Putih untuk menjelma menjadi Kuda Putih sebagai tunggangan Pendeta Suci. 

Walaupun menjadi tokoh yang tidak terlalu aktif, Kuda Putih pernah dalam kondisi darurat tampil berupaya menyelamatkan Pendeta Suci yang sedang ditawan siluman. Menariknya Kuda Putih rela menjadi tunggangan menanggung berat beban dalam perjalanan jarak jauh selama 18 tahun.

Pelajaran Dari Karakter Para Tokoh "Kisah Perjalanan Ke Barat" 
Entah sengaja atau tidak, Wu Cheng En menggambarkan setiap tokoh utama dengan karakter yang berbeda satu sama lain. Menariknya tokoh-tokoh itu seakan menggambarkan atau mengajarkan kepada para pembacanya mengenai sifat dasar manusia, seperti ketaatan, alim, malas, pekerja kelas, setia atau cerdas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun