Andrilla Lukman
Andrilla Lukman Pelayan Cafe

Aku adalah cipta. Langkahku adalah karya. Hatiku adalah seni. IG: andrilla_lukman Blog: https://thelittlewriter99.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Anak-anak Manusia dan Ceritanya

10 Juni 2018   22:45 Diperbarui: 11 Juni 2018   18:46 546 1 0
Anak-anak Manusia dan Ceritanya
image from: http://www.indianruminations.com

Di sebuah rumah kontrakan yang berada di tepi kota, tinggallah disana dua anak manusia, satu laki-laki dan satu perempuan. Rumah itu berada di daerah yang hampir tidak satu manusiapun yang mau bertempat tinggal disana karena daerahnya yang kumuh dan ditambah lagi dengan sungai yang berada di sana selalu bisa untuk menusukkan bau busuk ke hidung orang-orang yang berada di dekatnya. Bahkan orang-orang yang tinggal disana ingin pindah dari tempat itu. Namun disaat penduduk disana sendiri ingin pindah dari tempat itu, mereka, dua anak manusia itu malah datang dan mengontrak salah satu rumah yang berada disana.

Dan pada suatu malam, terjadilah percakapan diantara keduanya.

"Mas." Panggil Si Perempuan.

"Ada apa, Dek." Kata Si Laki-laki tanpa menghadapkan wajahnya ke arah Si Perempuan.

"Kita sudah hampir satu tahun tinggal di rumah ini." Si Perempuan diam sejenak, dia menghirup nafas panjang mengisi paru-parunya, "Bagaimana kalau kita pulang?"

Mendengar kalimat Si Perempuan, Si Laki-laki kemudian berdiri, tatapan mata tampak tajam. Si Perempuan merasa sedikit gugup dengan apa yang dia lihat.

"Aku enggak mau kita pulang! Bentak Si Laki-laki, "Berapa kali harus kukatakan padamu kalau aku tidak mau pulang sampai..."

"Sampai apa, mas?!" Ada kemarahan yang terasa dari ucapan Si Perempuan dan dia tiba-tiba sudah melupakan perasaan gugupnya, "Kita sudah hampir satu tahun disini."

"Tapi kamu, kan, belum..." Ada kata yang tidak bisa dikatakan oleh Si Laki-laki dengan cepat.

Si Perempuan seakan tahu dengan apa yang ingin dikatakan Si Laki-laki, kemudian dia berkata dengan marah, "Mas! Kita sudah hampir satu tahun disini! Apa lagi yang kamu harapkan?!"

Si Laki-laki membisu kemudian.

***

"Kamu beruntung bisa tinggal disana." Kata seorang supir angkot yang sedang beristirahat di sebuah warung yang berada tidak jauh dari rumah kontrakan yang ditinggali oleh dua anak manusia kepada seorang laki-laki yang kebetulan sedang berada di tempat yang sama.

"Apa maksudmu berkata demikian?"

"Maksudku, kamu beruntung karena Pak RT, Si pemilik kontrakan yang kamu tinggali, terbelit hutang yang besar karena kegilaannya bermain judi. Selain itu juga karena dia adalah bekas preman yang masih disegani disana."

"Lalu apa hubungannya denganku?"

"Tentu saja karena itu kamu boleh tinggal disana. Aku tahu dengan siapa kamu tinggal, semua orang disini juga tahu, tapi semua penduduk tidak ada yang berani mengusirmu karena mereka takut pada Pak RT."

"Kenapa aku harus diusir?"

"Tentu saja kamu seharusnya diusir dari sana." Si Supir angkot mengambil rokok ketengan dari sakunya lalu menyalakannya, kemudian dia kembali berkata, "Ini Indonesia bukan Amerika. Di negara ini, kesopanan selalu di nomor satukan."

"Memang kau pernah ke Amerika?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4