Mohon tunggu...
joko sulistiono
joko sulistiono Mohon Tunggu... rental mobil semarang

menyewakan mobil berbagai type untuk pribadi maupun rombongan

Selanjutnya

Tutup

Travel

Gedong Batu Semarang, Sam Poo Kong

11 Juni 2019   14:26 Diperbarui: 12 Juni 2019   08:24 0 0 0 Mohon Tunggu...
Gedong Batu Semarang, Sam Poo Kong
hrdrentcar.com

Sampokong atau yang lebih di kenal dengan kelenteng gedung batu adalah suatu petilasan dari seorang pelaut tiongkok dari negeri china bernama zheng he / cheng ho.

Di ketahui bahwa laksamana zheng he adalah seorang yang beragama islam dan menjadi penyebar agama islam di semarang,

Komplek gedung batu berada di kawasan sebelah barat daya kota semarang, tepatnya di daerah simongan.

Kelenteng sampokong lebih di kenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan gedong batu karena bangunan nya berbentuk gua batu besar yang terletak di sebuah bukit batu, meskipun laksamana zheng he seorang muslim bangunan peninggalan nya ber arsitektur china , sehingga warga keturunan china menganggap bangunan peninggalan laksamana zheng he tersebut adalah sebuah kelenteng.

Warga keturunan china menjadikan gedong batu tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah, mereka meletakkan altar sembahyang dan patung patung dewa.

Mereka juga menganggap laksamana zheng he adalah seorang dewa, mengingat kepercayaan konghucu yang menganggap seorang yang sudah meninggal dapat memberikan pertolongan sangat lah dapat di maklumi.

Menurut cerita dahulu tempat tersebut adalah sebuah masjid yang berada di bibir pantai, akan tetapi karena terjadi pendangkalan laut utara pulau jawa menyebabkan laut nya bergeser ke utara sampai dengan yang dapat kita jumpai sekarang ini.

Selama singgah di semarang laksamana zheng he menyebarkan ajaran agama islam dan mengajarkan banyak hal kepada masyarakat semarang berdagang bertani dan arsitektur bangunan, maka tak mengherankan lagi jika bangunan bangunan yang ada sekarang sangat bernuansa china.

hrdrentcar.com
hrdrentcar.com
Pada waktu itu laksamana zheng he hendak melanjutkan pelayaran nya, namun beberapa awak kapal nya ada yang menginginkan untuk tetap tinggal dan berbaur dengan masyarakat semarang, ada yang menikah dengan warga pribumi dan hidup sebagai petani dan pedagang.

Salah seorang juru mudi dari kapal laksamana zheng he di kabarkan juga tetap tinggal di semarang dan meninggal serta di kebumikan di kawasan klenteng